Sempat Lesu, Lalu Lintas Jalan Tol Mulai Menggeliat

JAKARTA-  Setelah sempat anjlok hingga 50-60 persen selama pandemi COVID-19, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR mencatat bahwa di kuartal tiga dan memasuki kuartal empat 2020, lalu lintas kendaraan di jalan tol mulai pulih, bahkan kembali normal.

Menurut Kepala BJPT Danang Parikesit, dalam diskusi virtual, Sabtu 21 November 2020 mengatakan peningkatan lalu lintas tol ini dipengaruhi oleh dua hal, yakni keyakinan pengguna dan keyakinan investor.

“Kita melihat dua hal. Pertama adalah consumer confidence. Traffic recovery di jalan tol relatif cepat karena masyarakat yakin bahwa sektor ini (jalan tol) aman untuk digunakan seperti adanya protokol kesehatan, dan sebagainya,” kata Danang.

“Selanjutnya investor confidence, yang meyakini adanya recovery cepat di industri ini, daya tahan terhadap risiko bisnis ini tinggi,” ujarnya menambahkan.

Danang berharap pemulihan ini dapat menggairahkan kembali pembangunan jalan tol dan mendukung konektivitas infrastruktur besar dan transportasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Konsumsi memang melambat di awal, tapi akan recovery cepat, apalagi dengan adanya teknologi. Lelang terus berjalan, dan sektor ini diharapkan jadi salah satu penghela investasi nasonal yang cenderung melambat di kuartal satu dan dua. Mudah-mudahan consumer dan investor confidence terjaga,” jelasnya.

Penurunan Drastis

Menurut data BPJT, sejak diumumkannya kasus positif COVID-19 di awal Maret, penurunan lalu lintas kendaraan cukup drastis. Terjadi penurunan lalu lintas drastis di Maret hingga Mei, sampai di atas 50 persen.

Plt Anggota BPJT Unsur Kementerian PUPR Kepala Bagian Umum, Sekretariat BPJT, Mahbullan Nurdin menambahkan, sejumlah ruas tol bahkan ada yang mengalami penurunan hingga 80 persen, dengan titik terendah di periode tersebut.

Namun, pada bulan Juli, sehubungan dengan adanya pelonggaran PSBB dan libur panjang Idul Adha dan Tahun Baru Islam, BPJT mencatat peningkatan yang signifikan.

“Pandemi ini masyarakat tidak banyak yang berpergian sampai tujuh bulan. Ketika ada hari libur panjang, mereka manfaatkan untuk pergi karena ada pelonggaran,” kata Nurdin dikutip dari Antara.

Pada bulan September hingga awal November, Nurdin mengatakan bahwa kenaikan lalu lintas di jalan tol sudah kembali naik di angka 90 persen. Bahkan di sejumlah ruas tol seperti JORR dan Transjawa, peningkatannya hampir mencapai 100 persen.

Kenaikan ini banyak di perjalanan jarak jauh di Jawa, khususnya dari barat ke timur.

“Setelah evaluasi, banyak yang melakukan perjalanan jarak jauh, jalan tol menjadi pilihan karena lebih praktis dan hemat bila dibandingkan berpergian dengan pesawat. Ke arah timur Jawa ini banyak yang memakai jalur darat, jalan tol karena tarif murah, dan tidak ada tes rapid, dan sebagainya,” jelas Nurdin.

Tags:
Headlinejalan tollalu lintas jalan tolPembangunan Jalan Tol
%d blogger menyukai ini: