Sempat Khawatir Direbut Rusia, Inggris Berhasil Angkat Bangkai F-35B dari Mediterania

08 Desember 2021 22:12 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Editor: Amirudin Zuhri

F-35B lepas landas dari kapal induk HMS Queen Elizabeth Inggris (Royal Navy)

LONDON-Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa bangkai F-35B Joint Strike Fighter yang jatuh ke Laut Mediterania telah diangkat. Pesawat jatuh tidak lama setelah lepas landas dari kapal induk HMS Queen Elizabeth November 2021 lalu telah ditemukan. 

Menemukan sisa-sisa pesawat dan mengambilnya memang telah menjadi prioritas utama mengingat risiko keamanan operasional yang akan ditimbulkan jika ada bagian dari pesawat yang jatuh ke tangan negara yang kurang bersahabat seperti Rusia.

Dalam pernyataannya kementerian pertahanan Inggris mengatakan operasi untuk memulihkan F-35 Inggris di Laut Mediterania telah berhasil diselesaikan dan tidak ada bahaya atau kompromi terhadap peralatan sensitif di pesawat.

“Operasi untuk memulihkan F-35 Inggris di Laut Mediterania telah berhasil diselesaikan,” Kementerian Pertahanan sebagaimana dikutip The Sun Rabu 8 Desember 2021.

The Sun menambahkan butuh dua minggu untuk menemukan bangkai pesawat di dasar laut dan kemudian seminggu lagi untuk berhasil mengangkatnya ke permukaan.

Angkatan Laut Amerika dan Italia juga telah terlibat dalam upaya pencarian dan pemulihan yang terhambat oleh gelombang laut ganas. Puing-puing pesawat itu ditemukan oleh kapal penyelamat yang disewa.

F-35B dari Skuadron 617 Dambusters Angkatan Udara Kerajaan telah jatuh ke Mediterania pada 17 November 2021. Pilot melontarkan drii dan selamat. Belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut.

Sebuah laporan menunjukkan pesawat telah menelan penutup asupan udara dan pilot gagal mencoba untuk membatalkan lepas landas setelah menyadari pesawat tidak akan mencapai kecepatan yang cukup untuk mengudara. Tetapi laporan tersebut belum dikonfirmasi.  Tetapi video yang tersebar di media sosial menunjukkan kecelakaan sejalan dengan laporan itu.  Ada juga laporan orang yang membocorkan video itu setelah merekamnya di ponsel kini telah ditangkap.

Tidak adanya perintah untuk menggrounded pesawat juga menunjukkan pejabat Inggris yakin kecelakaan karena faktor manusia, bukan masalah teknis dengan pesawat.

Terlepas dari penyebab kecelakaan itu, pesawat atau setidaknya sebagian besar yang tersisa kini telah aman kembali ke tangan pemerintah Inggris. Sisa-sisa F-35 jenis apa pun bisa menjadi rejeki nomplok intelijen bagi musuh potensial, terutama jika pesawat itu sebagian besar dapat ditemukan dalam keadaan utuh. Kekhawatiran serupa muncul setelah F-35A Jepang jatuh di Samudra Pasifik pada 2019. Setidaknya beberapa puing pesawat itu tertinggal di dasar laut.

Inggris secara terbuka khawatir dengan Rusia dengan armada kapal selam misi khusus serta kapal penyelamat laut dalam Yantar yang selama ini sangat aktif di Mediterania.

 

Berita Terkait