Semester-II 2021, Adhi Karya Bidik Proyek Tol Layang Cikunir-Ulujami dan MRT Fase 2A

27 Mei 2021 17:04 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Pengerjaan proyek PT Adhi Karya

JAKARTA – Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), sedang dalam proses tender untuk proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) layang ruas Cikunir-Ulujami (JORR Express) dan proyek MRT Jakarta fase 2A CP202.

“Diharapkan tahun ini juga kami ikut pengadaan konstruksi untuk JORR Express,” ujar Direktur Operasi 1 ADHI A. Suko Widigdo dalam konferensi pers, Selasa, 25 Mei 2021.

Proyek JORR Express ini menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). ADHI tergabung dalam konsorsium bersama PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) untuk proyek ini.

Untuk proyek MRT fase 2A CP202, Adhi Karya sudah masuk fase proposal teknis pada bulan lalu. Saat ini, mereka sedang dalam tahapan negosiasi untuk menyelesaikan proposal komersialnya. Berdasarkan situs resmi MRT, pengerjaan CP202 ini meliputi pembangunan rute Harmoni-Mangga Besar.

“Kami harapkan di bulan Juli nanti mudah-mudahan sudah ada hasil negosiasi,” kata Direktur Operasi 2 ADHI Pundjung Setya Brata.

Sebelumnya, ADHI juga telah dipercaya untuk melaksanakan proyek MRT fase 2A CP201 yang meliputi pengerjaan rute Bundaran HI-Juanda. Pihak ADHI mengungkapkan progres saat ini sedang dilakukan pengerjaan Stasiun Thamrin-Sarinah dan berlanjut ke Stasiun Monas.

Direktur Human Capital and System ADHI Agus Karianto optimis perusahaan dapat mencapai target kontrak baru tahun ini yang sebesar Rp24 triliun, meningkat 20% dari pencapaian kontrak baru tahun lalu.

“Tender-tender akan diikuti di triwulan III dan IV yang kami harapkan tetap bisa tercapai sampai akhir tahun ini,” ujarnya.

Hingga April 2021, ADHI baru membukukan kontrak baru senilai Rp3,6 triliun sebelum pajak. Ini berarti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini baru mencapai 15% dari target yang sudah ditetapkan tersebut.

Yang terbaru, Adhi Karya memenangkan kontrak pengerjaan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) paket 5A.

Jika dilihat dari kontribusi per lini, kontrak baru Rp3,6 triliun ini terutama didapatkan dari bisnis konstruksi & energi sebesar 89%. Selanjutnya, properti menyumbang 10% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Berdasarkan sumber dana, pemerintah mendominasi perolehan kontrak baru ini sebesar 70%. Lalu, pihak BUMN sebesar 22% dan swasta dan lain-lain sebesar 8%.

Dilihat dari tipe pekerjaannya, proyek gedung menyumbang 29% dari total perolehan kontrak baru. Selanjutnya, jalan dan jembatan sebesar 29%, dan proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 42%.

Berita Terkait