Semester I-2021, Produsen Kayu Integra Indocabinet Bukukan Penjualan Rp3,4 Triliun

29 Juli 2021 15:24 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Pekerja tengah menyelesaikan pembuatan furniture di PT Funisia Perkasa,Juru Mudi Baru Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, Selasa 13 Oktober 2020. Dimasa pandemi walaupun pasar lokal sedikit berkurang namun pemintaan dari pasar ekspor cukup tinggi walaupun terkendala dalam proses pengiriman. Pengusaha berharap agar pemerintah bisa tetap mendukung dan memperhatikan sektor industri ini khususnya dalam hal ekspor produk. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Perusahaan produsen kayu terintegrasi PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mencatat penjualan sebesar Rp3,4 triliun sepanjang semester I-2021. Adapun khusus Juni 2021, penjualan yang dibukukan sebesar Rp765 miliar. 

“Integra yang berlokasi strategis di Indonesia sangat diuntungkan karena dominasi bahan bakunya dipasok di dalam negeri,” tulis keterangan resmi yang diterima Kamis, 29 Juli 2021.

Dengan demikian, perseroan dapat menawarkan harga jual yang lebih kompetitif kepada pembeli. Padahal, lanjutnya, saat ini kondisi kontainer secara global mengalami kekurangan.

Alhasil, faktor ini menyebabkan adanya penumpukan container di pelabuhan sekaligus mendorong kenaikan biaya logistik. Tentunya hal ini menjadi beban bagi pembeli atau importir.

Negara-negara pengekspor yang mengimpor sebagian besar bahan baku seperti kayu, berjuang untuk menaikkan harga jual untuk menjaga margin keuntungan. Di sisi lain, mereka tetap harus menawarkan harga yang kompetitif dan mempertimbangkan kenaikan biaya pengiriman yang ditanggung pembeli.

Namun, sentimen tersebut justru memberikan dampak positif terhadap peningkatan permintaan pelanggan, khususnya produk furniture dan komponen bangunan.

Pada periode Juni 2021, pendapatan Integra mencapai Rp526 miliar, tumbuh 106,9% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan Rp254 miliar per Juni 2020.

Untuk pendapatan penjualan, dibukukan sebesar Rp1,2 triliun atau melesat 90,4% yoy dubandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp652 miliar.

Sales order dan pendapatan penjualan yang kuat sepanjang semester I-2021, menunjukkan potensi ke depan. Kami memperkirakan, sales order akan lebih tinggi mendatang,” tambahnya.

Optimisme ini didukung oleh permintaan besar dari segmen furnitur dan building component yang mulai masuk. Adapun pasar Amerika Serikat diklaim akan tetap menjadi kontributor penjualan terbesar.

Berita Terkait