Paruh Pertama 2021, Produksi Batu Bara Adaro Energy Turun Tipis Jadi 26,49 Juta Ton

06 Agustus 2021 16:29 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Produksi Batubara PT Adaro Energy Tbk.

JAKARTA – Emiten batu bara milik konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), memproduksi batu bara sebanyak 24,96 juta ton pada semester I-2021. Meski begitu, angka ini turun 3% (yoy) dibandingkan produksi semester I-2020 yang sebesar 27,29 juta ton.

Volume penjualan pun tercatat turun 5% menjadi 25,78 juta ton pada semester I-2021 ini. Pada periode yang sama tahun lalu, volume penjualan batu bara ADRO tercatat sebesar 27,13 juta ton.

Di sisi lain, pengupasan lapisan penutup (overburden removal) ADRO mencapai 115,22 million bank cubic meter (Mbcm), naik 12% dibanding semester I-2020 yang sebesar 103,01 Mbcm. Peningkatan ini sejalan dengan panduan ADRO untuk meningkatkan overburden removal tahun ini.

“Nisbah kupas AE pada 1H21 tercatat 4,35x. AE mempertahankan panduan nisbah kupas untuk tahun 2021 yang ditentukan sebesar 4,8x dan akan mengejar target tersebut pada kuartal yang bercurah hujan lebih rendah,” ujar manajemen ADRO dalam laporannya, Jumat, 6 Agustus 2021.

Manajemen ADRO menyebut kondisi industri lebih kondusif dengan harga batu bara yang mencatat rekor tertingginya dalam sepuluh tahun terakhir.

Fakta ini pun semakin menunjang strategi perusahaan untuk menaikkan dan mencapai panduan nisbah kupas demi memungkinkan fleksibilitas operasional jangka panjang.

ADRO juga akan melanjutkan upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sepanjang rantai pasokan batu bara yang terintegrasi secara vertikal.

Pada semester I-2021, penjualan domestik masih menjadi kontributor penjualan terbesar yang meliputi 28% total penjualan batu bara ADRO. Selanjutnya, pasar Asia Tenggara meliputi 22% dari total penjualan dengan Malaysia jadi pasar terbesar.

Ketiga, porsi penjualan ke China tercatat sebesar 20%. Angka ini naik sejalan n dengan kenaikan permintaan negara ini terhadap produk batu bara termal dan metalurgi ADRO.

 

 

Berita Terkait