Semester I-2021, Pendapatan Unilever Turun Tipis 7,3 Persen Jadi Rp20,18 Triliun

18 Agustus 2021 08:03 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Sukirno

Graha Unilever milik PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) di kawasan Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. / Foto: Unilever Indonesia

JAKARTA – Emiten fast moving consumer goods (FMCG), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp20,18 triliun sepanjang semester I-2021. Jumlah ini turun tipis 7,3% dari pendapatan semester I-2020 yang sebesar Rp21,77 triliun.

Mengutip catatan atas laporan keuangan interim di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan ini terutama didapatkan dari kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh sebesar Rp13,49 triliun. Sementara itu, pendapatan dari makanan dan minuman tercatat Rp6,69 triliun.

Seiring dengan turunnya penjualan, UNVR mencatatkan harga pokok penjualan sebesar Rp9,93 triliun pada semester I-2021. Jumlah ini berhasil ditekan 6,23% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,59 triliun.

UNVR pun mencatatkan penurunan laba bruto sebesar 8,3% menjadi Rp10,25 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bruto UNVR tercatat sebesar Rp11,18 triliun.

Laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) tercatat sebesar Rp4,56 triliun, turun 13,89% dari catatan EBITDA semester I-2020 yang sebesar Rp5,29 triliun.

Akhirnya pada bottom line, UNVR mencatatkan laba sebesar Rp3,05 triliun sepanjang enam bulan pertama 2021 ini. Jumlah ini merosot 15,9% dibandingkan dengan catatan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,62 triliun.

Terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp317,9 miliar sepanjang semester I-2021. Ini membuat posisi kas UNVR pada akhir periode sebesar Rp844,08 miliar. Pada awal periode, posisi kas tercatat sebesar Rp526,36 miliar.

Aset UNVR pun tercatat sebesar Rp20,27 triliun pada semester I-2021, turun tipis dari posisi akhir 2020 yang sebesar Rp20,53 triliun. Aset lancar tercatat sebesar Rp8,7 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp11,57 triliun.

Liabilitas tercatat sebesar Rp16,26 triliun, naik dari posisi akhir 2020 Rp15,6 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat Rp13,87 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp2,39 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp4,01 triliun, turun dari posisi akhir 2020 yang sebesar Rp4,94 triliun.

Berita Terkait