Laba Bersih PP Presisi Melesat 30,5 Persen Jadi Rp35,91 Miliar pada Semester I-2021

02 Agustus 2021 23:04 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Proyek PT PP Presisi Tbk, anak usaha PT PP (Persero) Tbk. / pp-presisi.co.id

JAKARTA – Emiten konstruksi PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp35,91 miliar pada semester I-2021. Jumlah ini melesat 30,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,85 miliar.

Mengutip laporan keuangan PPRE di Bursa Efek Indonesia (BEI), anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) ini berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp1,22 triliun. Catatan ini melonjak 22,35% dibanding semester I-2020 yang sebesar Rp997,11 miliar.

“Kinerja yang menggembirakan ini tidak terlepas dari peningkatan operasional serta keberhasilan program cost leadership yang dijalankan, termasuk penurunan biaya bunga, di samping adanya pendapatan dari konsorsium LMA,” ujar Direktur Utama PPRE Rully Noviandar dalam siaran pers, Senin, 2 Agustus 2021.

Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) pun meningkat 12% menjadi Rp463 miliar dari sebelumnya Rp413,4 miliar. Peningkatan EBITDA ini sejalan dengan peningkatan laba usaha sebesar 24% menjadi Rp227 miliar dari sebelumnya Rp183,1 miliar.

“Di samping mencatatkan peningkatan kinerja operasional & keuangan, rasio keuangan PP Presisi juga mengalami peningkatan, antara lain rasio lancar meningkat dari 1,3 kali menjadi 1,35 kali,” ujar Direktur Keuangan PPRE Benny Pidakso.

Total aset PPRE pun meningkat tipis 3% menjadi Rp7,1 triliun sepanjang semester I-2021 dari posisi akhir 2020 sebesar Rp6,9 triliun. Terdapat peningkatan aset lancar sebesar 8,1% menjadi Rp4,3 triliun dari sebelumnya Rp3,9 triliun.

Peningkatan aset lancar ini sebagian besar karena meningkatnya piutang usaha & tagihan bruto sebesar 9% menjadi Rp3,1 triliun dari sebelumnya Rp2,9 triliun. Lalu, ada juga peningkatan kas dan setara kas sebesar 3% menjadi Rp279 miliar dari sebelumnya Rp271 miliar.

Sepanjang enam bulan pertama 2021, utang PPRE meningkat tipis menjadi Rp2 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun. Peningkatan utang ini karena peningkatan belanja modal dan pembiayaan pembelian alat berat untuk mendukung perolehan proyek baru.

Sementara itu, ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat meningkat tipis menjadi Rp2,2 triliun dibanding posisi akhir 2020 yang sebesar Rp2,1 triliun.

“Rasio net debt to equity dapat dipertahankan di kisaran 0,8 kali sehingga membuka ruang yang sangat luas bagi PPRE untuk melakukan leveraging,” tutur Benny.

Berita Terkait