Melesat 90 Persen, Agung Podomoro Land Catat Marketing Sales Rp1 Triliun di Semester I-2021

23 Juli 2021 09:25 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Tampak Logo APL di area komplek Agung Podomoro Land, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil mencatatkan pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp1 triliun di luar pajak pertambahan nilai (PPN) pada semester I-2021.  

Sekretaris Perusahaan APLN Justini Omas mengatakan capaian marketing sales tersebut melonjak 90% dari catatan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I-2020, APLN hanya mencatat marketing sales sebesar Rp532 miliar.

“Dari total marketing sales, sekitar 79% diperoleh melalui penjualan Podomoro Park di Bandung, Podomoro City Deli Medan, Pakubuwono Spring dan Podomoro Golf View di Cimanggis,” ujar Justini dalam siaran pers, dikutip Jumat, 23 Juli 2021.

Dalam satu dekade terakhir, APLN berhasil merampungkan lebih dari 50 proyek properti yang mayoritas ditujukan kepada segmen kelas menengah. 

Proyek-proyek tersebut mulai dari low cost apartment hingga high end apartment di bilangan Jakarta Selatan, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower.

APLN memiliki 40 anak usaha dengan rincian 13 entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta 2 entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan.

Moody’s Turunkan Peringkat

Perusahaan pemeringkat internasional, Moody’s telah menurunkan peringkat APLN serta surat utang dalam mata uang dolar Amerika Serikat yang dimiliki oleh anak usahanya, APL Realty Holdings Pte Ltd.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Ototitas Jasa Keuangan (OJK), Sekretaris Perusahaan APLN, Justini Omas mengungkapkan bahwa Moody’s telah menurunkan peringkat perseroan serta Obligasi Senior US$300 juta yang APL Realty Holdings dari B3 menjadi Caa1 dengan outlook rating negatif.

“Pada 15 Juli 2021, Moody’s menurunkan peringkat perseroan dan Obligasi Senior USD dari B3 menjadi Caa1 dengan outlook untuk kedua rating negatif,” tulis Justini seperti yang dimuat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 19 Juli 2021.

Penurunan peringkat tersebut dikarenakan Moody’s berpandangan bahwa likuiditas perseroan akan lemah dalam periode 12 hingga 18 bulan ke depan. Di samping itu, perseroan dinilai memiliki leverage yang tinggi.

APL Realty Holdings sendiri merupakan entitas anak yang sepenuhnya dimiliki oleh Agung Podomoro Land. Obligasi Senior USD yang dijamin dengan jaminan perusahaan dari perseroan dan beberapa entitas anak perseroan, dicatatkan dan diperdagangan di Singapore Exchange Securities Trading. 

 

Berita Terkait