Semen Indonesia Targetkan Penjualan Naik 3-5 Persen pada Akhir Tahun

09 September 2021 19:52 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2020 pada Jumat, 19 Juni 2020. (Semen Indonesia.)

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menargetkan penjualan produk unggulannya bisa meningkat 3%-5% pada akhir tahun ini. Perusahaan optimis bisa mengerek volume penjualan setelah melihat kinerja positif sejak Juli sampai dengan Agustus 2021.

"Sampai akhir tahun ini, proyeksi 3-5 persen karena banyak sekali faktor-faktor yang tidak diprediksi, yang berpengauh terhadap permintaan. Dengan melihat adanya perbaikan COVID-19 dan penurunan kasus dan beberapa proyek yang tersisa di tahun ini (bisa mencapai angka itu)," ujar Adi Munandir dalam Public Expose Live 2021, Kamis, 9 September 2021.

Pada sesmester pertama tahun ini,  perseroan mampu mencatat kinerja yang baik. Volume penjualan perusahaan dengan label SIG ini meningkat sebesar 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara, pendapatan meningkat tipis 1,2% menjadi Rp16,21 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,03 triliun. Pendapatan ini meningkat sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan.

Untuk penjualan ekspor tercatat naik 156% di atas penjualan ekspor tahun lalu.

Dengan tingginya penjualan, laba perseroan naik 29,66% menjadi Rp794,12 miliar di paruh pertama tahun ini, dari Rp612,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Tingkatkan Penjualan Domestik

Adi mengatakan bahwa perusahaan akan  terus berupaya meningkatkan volume penjualan domestik seiring dengan pertumbuhan permintaan semen nasional di tengah tantangan kompetisi yang semakin ketat dan kondisi pandemi yang masih terjadi.

Sebagai pemimpin industri semen, SIG terus berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar dan menjaga optimalisasi utilisasi pabrik dalam mencapai efisiensi biaya.

SIG diketahui memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp54,9 triliun dan 52,6 juta ton produk semen sehingga menguasai 50% pangsa pasar semen nasional.

Di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif dan pandemi yang masih terjadi, Perseroan terus berupaya menciptakan peluang-peluang melalui inovasi produk dan layanan untuk meningkatkan penjualan.

"Sebagai perusahaan yang kini telah bertransformasi menjadi perusahaan penyedia solusi building material, SIG telah mengembangkan berbagai produk, jasa, dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.

Dia menyebut bahwa SIG memiliki lima merek yang beredar di pasar Indonesia yaitu Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix dan Semen Andalas serta satu brand di Vietnam yaitu Thang Long Cement.

SIG menawarkan produk semen kantung baik serbaguna, maupun produk semen untuk aplikasi tertentu yang lebih ekonomis, serta berbagai tipe semen curah yang sesuai dengan karakteristik dari tiap jenis proyek sehingga lebih tepat guna dan efisien.

Selain produk semen, SIG juga menyediakan berbagai solusi beton yang telah dikembangkan, seperti Minimix yang memungkinkan proyek skala kecil menggunakan produk readymix (beton jadi), SpeedCrete yang memungkinkan penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan yang lebih cepat dan bebas macet, serta ThruCrete yang dapat menyediakan daerah  resapan air dan mengurangi risiko banjir.

"SIG juga mengembangkan solusi untuk mendukung program pengembangan rumah murah melalui DynaHome, yang memungkinkan pembangunan rumah 12 kali lebih cepat dibandingkan pembangunan secara konvensional," paparnya.

Sementara dari sisi digital, lanjut dia, SIG juga telah memiliki tiga platform digital yaitu SobatBangun, AksesToko serta SIG online store yang memudahkan pelanggan mendapatkan pelayanan dalam membangun dan membeli semen, terutama dalam situasi pandemi COVID-19 dengan berbagai pembatasan aktivitas fisik.

"Yang secara umum kita lakukan adalah optimasi portofolio baik produk maupun pasar," pungkas Adi.*

Berita Terkait