Duh, Tingkat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Sepanjang Semester I-2021 Anjlok 74 Persen

02 Agustus 2021 16:32 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Pemeriksaan khusus diberlakukan terutama untuk wisatawan asing yang datang dari tiga negara Korea Selatan, Italia dan Iran menjalani pemeriksaan ketat

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kunjungan wisatawan asing sepanjang semester I-2021 terkontraksi 74,33% year on year (yoy). Jumlah wisatawan asing menyusut drastis dari 3,13 juta pada semester I-2020 menjadi 802.380 kunjungan pada semester I-2021.

Kepala BPS Margo Yuwono menyebut capaian ini menunjukan sektor pariwisata belum bisa bangkit akibat pandemi COVID-19. Jumlah wisatawan ini semakin memburuk akibat adanya travel banned ke Indonesia yang diterapkan oleh sejumlah negara

“Belum ada perbaikan signifikan dibandingkan 2020, apalagi 2019,” ujar Margo dalam konferensi pers, Senin, 2 Agustus 2021.

Jika ditinjau hanya dari Juni 2021, jumlah pengunjung wisatawan mengalami kontraksi 10,04%. Total wisatawan asing yang masuk ke Indonesia selama Juni 2021 mencapai 140.845 kunjungan.

Sebanyak 64% atau 90.440 kunjungan masuk ke Indonesia dari jalur darat. Sementara 24% atau 34.171 kunjungan berasal dari jalur laut dan 12% atau 16.234 kunjungan lainnya dari jalur udara.

Warga Timor Leste menjadi wisatawan asing terbanyak di Indonesia sepanjang Juni 2021, yakni 76,9 ribu kunjungan atau 54,6% dari total kunjungan. Disusul oleh Malaysia 37.900 kunjungan, Tiongkok 6.700 kunjungan, dan lainnya 19.500 kunjungan.

Meski alami kontraksi, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2021 mengalami kenaikan 18,85 poin menjadi 38,55% yoy. Realisasi ini juga meningkat 6,58 poin dibandingkan Mei 2021 yang hanya mencapai 31,97%.

Di sisi lain, rata-rata lama wisatawan menginap justru mengalami penurunan tipis 0,01 pon secara tahunan dari 1,69 hari menjadi 1,68 hari.

“Ini mengalami kenaikan, tapi belum masih pada kondisi normal. Terlihat sekali untuk TPK meski trennya membaik,” jelas Margo.

Siap Diguyur Bantuan Jumbo

Kondisi ini yang semakin memicu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mempercepat bantuan dana hibah dengan skema Bantuan Pemerintah untuk Usaha Pariwisata (BPUP). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan bantuan senilai Rp2,4 triliun bakal menyasar pelaku ekonomi yang paling terdampak pandemi COVID-19.

Sandiaga Uno menyebut dana penerima bantuan bakal mengacu pada online single submission (OSS) dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta data ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Saat ini tengah on progress, masuk dalam tahap kurasi proposal. Semoga bisa segera kami distribusikan,” ujar Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Juli 2021.

Sumber dana BPUP sendiri berasal dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengabarkan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk percepatan realisasi dana BPUP.

“Skemanya memang mengalami stagnasi dari hasil pembahasan antara kami dengan Kementerian Keuangan. Ini yang masih terus kami dorong,” jelas Sandiaga.

Jika sudah bisa dicairkan, dana ini terbagi dalam beberapa pos belanja, terdiri dari program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), Bangga Buatan Indonesia (BBI), sertifikasi CHSE bagi usaha pariwisata, PEN film, hingga dukungan akomodasi hotel untuk tenaga kesehatan.

Berita Terkait