Selama PPKM Darurat, Pelaku Industri Otomatif Didorong Masifkan Penjualan Mobil Lewat Platform Digital

09 Juli 2021 17:04 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Deretan mobil bekas berbagai merek dipajang di showroom penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengatakan Kebijakan pajak nol persen tidak akan berimbas ke pasar mobil bekas. Menurutnya, pasar mobil bekas tidak terganggu daya beli masyarakat saat ini masih rendah, sementara kebutuhan kendaraan pribadi dirasa penting untuk menghindari penyebaran Covid-19, maka mobil bekas yang dinilai memiliki harga mobil murah tetap menjadi pilihan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyebut penjualan mobil secara daring perlu dimasifkan, terutama di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurutnya, saat ini semakin banyak platform digital yang dipakai oleh bisnis otomotif dalam memasarkan produknya. Hal ini didorong untuk mempengaruhi minat masyarakat yang masih menyimpan tabungannya untuk membeli kendaraan baru.

“Penting bagi para pelaku di sektor otomotif untuk memasarkan produk secara digital agar bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” ujarnya seperti mengutip Antara, Jumat, 9 Juli 2021.

Seperti diketahui, hingga saat ini pemerintah masih memberlakukan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Aturan yang berlaku hingga akhir 2021 diprediksi bakal mendorong perubahan tren penjualan.

PPnBM Dongkrak Penjualan

Berdasarkan riset PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, penerapan diskon PPnBM selama tiga bulan sejak Maret sampai Mei 2021 cukup mengangkat penjualan mobil ritel (penjualan dari dealer ke konsumen) pada periode tersebut.

Peningkatan penjualan mobil tertinggi terjadi pada segmen mobil dengan kapasitas mesin 1501- 2500 cc, yang melesat 1.357,5% dari 951 unit pada periode April-Mei 2020 menjadi 13.861 unit pada periode yang sama tahun ini.

“Sementara itu, segmen mobil dengan kapasitas mesin <1500 cc hanya tumbuh 28,8 persen dari 63.468 unit menjadi 81.772 pada periode April-Mei 2021,” tulis Bank Mandiri dalam Daily Economic and Market Review.

Sebagai tambahan, secara total penjualan mobil ritel untuk seluruh mobil penumpang periode Maret-Mei 2021 meningkat menjadi 130.197 unit, tumbuh sebesar 130% yoy.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memperpanjang diskon PPnBM 100% untuk pembelian mobil baru dengan kapasitas mesin <1500 cc hingga Agustus 2021.

“Kami memperkirakan pertumbuhan penjualan mobil akan meningkat menjadi 39,5 persen sepanjang tahun ini dengan total penjualan sebanyak 742.150 unit, setelah adanya kebijakan perpanjangan insentif diskon.”

Sebelumnya, Bank Mandiri perkirakan pertumbuhan penjualan mobil tahun ini sebesar 39,2% dengan penjualan sebanyak 740.764 unit. Artinya kebijakan perpanjangan akan meningkatkan penjualan sebesar 1.386 unit.

Berita Terkait