Sektor Properti Menggeliat, Pakuwon Jati Kantongi Pendapatan Rp3,78 Triliun

20 November 2021 15:15 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Kota Kasablanka adalah salah satu properti milik PT Pakuwon Jati Tbk. / Pakuwonjati.com

JAKARTA – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) pendapatan bersih Rp3,78 triliun, 24,3% year on year (yoy) pada kuartal III-2021. 

Director and Corporate Secretary Pakuwon Jati menjelaskan, kenaikan pendapatan terkerek oleh kinerja penjualan yang membaik seiring dengan bergeliatnya sektor properti. Pada periode itu, penjualan PWON naik 38,7% mencapai Rp1 triliun. 

“Itu salah satunya tersebab tingkat suku bunga rendah, dan fasilitas insentif pajak pertambahan nilai (PPN),” tutur Minarto dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu 20 November 2021.

Capaian penjualan itu, ekuivalen 71,9% dari target marketing sales sepanjang tahun ini Rp1,4 triliun. Rinciannya, penjualan berasal dari produk rumah tapak (landed house) 55%, kondominium dan perkantoran 45%. 

Adapun, total capaian pendapatan 44% disokong recurring revenue dan 56 % dari development revenue. Kinerja recurring revenue tercatat mencapai Rp1,67 triliun, turun 3,1% yoy dari tahun lalu Rp1,7 triliun. 

Sedangkan, kinerja development revenue atau pendapatan dari proyek tahun ini mencapai Rp2,1 triliun, naik 60% yoy dari semula Rp1,3 triliun.

Berdasar pendapatan per segmen, kontribusi terbesar didapat dari penjualan kondominium 34,9% dan penyewaan ruang ritel 31,9 %. Disusul penjualan landed house 18,8%, hotel dan service apartemen 7,3%, sewa perkantoran 5%, dan penjualan ruang perkantoran 2,1%.

Sejalan capaian kinerja itu, perseroan berhasil mencatat laba bruto Rp1,727 triliun, naik 14,5 % dibanding tahun lalu Rp1,5 miliar. Sedangkan laba komprehensif tercatat Rp801 miliar, naik 9,7 % dari periode sama tahun lalu Rp731 miliar. 

Sebagai informasi, perseroan mengalokasikan belanja modal Rp403 miliar untuk proyek-proyek konstruksi seperti Pakuwon Mall Bekasi, East Coast Mansion, Pakuwon Mall fase 3 dan 4, dan proyek Kota Kasablanka fase 2.

Berita Terkait