Sekolah Jadi Ruang Isolasi Pasien COVID-19 di Kepulauan Seribu

April 23, 2020, 11:06 PM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Kepala Sekolah SMKN 57, Eti Suyanti (kiri) dan karyawan menunjukkan sejumlah kamar yang akan dijadikan tempat tinggal sementara tenaga medis penanganan Covid-19 di SMK Negeri 57, Jakarta, Rabu (22/4/2020). SMKN 57 merupakan salah satu dari sejumlah sekolah yang rencananya oleh Pemprov DKI Jakarta dijadikan sebagai tempat tinggal sementara untuk tenaga medis dan kamar isolasi tambahan bagi pasien Covid-19. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Pemerintah melalui Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, memanfaatkan gedung sekolah menjadi ruang isolasi pasien COVID-19.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu Bambang Purwanto mengatakan pihaknya tengah menyiapkan 12 gedung sekolah serta satu gedung asrama belajar yang akan dijadikan ruang isolasi darurat untuk warga setempat yang terdampak.

“13 ruang isolasi darurat tersebut tersebar di enam kelurahan,” kata Bambang dilansir dari laman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis, 23 April 2020.

Secara rinci, 13 ruang isolasi darurat tersebut meliputi SDN 01 Pulau Panggang, SMAN 69 Pulau Pramuka, SDN 01 Pulau Harapan, SMPN 260 Jakarta, PKBM 36, SD-SMP Satu Atap 02 Pulau Sebira, SDN 01 dan 02 Pulau Kelapa, serta SMPN 285 Jakarta.

Selanjutnya, ruang isloasi darurat itu terletak di SD-SMPN Satu Atap Pulau Pari, SMKN 61 Jakarta, SMPN 241 Jakarta, Asrama SMKN 61 Jakarta, dan SDN 04 Pulau Tidung.

“Kita fasilitasi gedung sekolah karena sementara tidak ada aktivitas di sana. Siswa maupun guru melakukan proses belajar mengajarnya di rumah,” jelas Bambang.

Dalam paparannya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu akan menyediakan seluruh perlengkapan untuk pemenuhan sarana dan prasarana di ruang isolasi darurat tersebut, sesuai prosedur tetap (Protap) COVID-19. Sehingga, kata Bambang, pihaknya hanya perlu menyiapkan petugas keamanan dan kebersihan saja.

Hingga Kamis, 23 April 2020, jumlah kasus COVID-19 di DKI Jakarta terkonfirmasi sebanyak 3.517 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 326 orang telah sembuh dan 301 lainnya meninggal dunia. (SKO)