Sejarah Rengasdengklok, dari Lumbung Padi Jadi Bagian Kawasan Industri

18 Agustus 2021 22:38 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Sukirno

Peristiwa rengasdengklok (berdirikari)

JAKARTA- Rengasdengklok menjadi saksi bisu sejarah detik-detik kemerdekaan Indonesia. Ibu Kota Kabupaten Karawang ini menjadi tempat di mana dua proklamator Indonesia diamankan oleh para pemuda.

Kala itu, Jepang yang dua kotanya baru saja dibombardir oleh sekutu saat Perang Dunia II mengalami kekalahan dan menyerah tanpa syarat pada 14 Agustus 1945.

Golongan muda mendesak para proklamator untuk memanfaatkan momentum tersebut dan meminta untuk segara menyusun rencana kemerdekaan.

Namun pada saat itu, terjadi perbedaan pendapat. Sukarno-Hatta, sang proklamator menginginkan proklamasi dilakukan melalui PPKI, yang saat itu dibuat oleh Jepang yang memang menjanjikan kemerdekaan.

Merasa tak puas dengan keputusan tersebut, golongan muda Indonesia akhirnya menculik dua proklamator tersebut guna mencengah mereka dipengaruhi oleh Jepang.

Mereka dibawa ke rumah Shodanco Singgih. Satu hari berdiskusi di sana. Para proklamator dibawa ke Jakarta untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Kondisi Rengasdengklok Saat ini

Pascakemardekaan Indonesia, Rengasdengklok masuk dalam bagian dari Kabupaten Karawang. Adapun kegiatan ekonomi masyarakat Rengasdengklok saat ini kebanyakan bermata pencaharian sebagai pedagang dan petani.

Rengasdengklok juga dikenal denngan sebutan lumbung padi dengan kepadatan penduduk paling besar di Kabupaten Karawang.

Pada tahun 2012, sejumlah pengembang kelas atas seperti Summarecon, Agung Podomoro, Agung Sedayu, hingga Metland hadir untuk melakukan proyek besar pembangunan. 

Karawang sendiri saat ini dikenal sebagai kawasan Industri dengan lintas sektor yang semakin bergam. Rengasdengklok sendiri dipetakan sebagai salah satu wilayah yang dititikberatkan sebagai zona industri di rencana penataan ruang.

Sebagai informasi, zona industri Karawang yang dicantumkan dalam penataan ruang, yakni dititikberatkan pada sejumlah kecamatan meliputi Kecamatan Telukjambe Timur, Cikampek, Klari, Purwasari, Pangkalan, dan Rengasdengklok.

Saat ini Karawang memiliki sejumlah kawasan Industri antara lain Kawasan Industri Kujang, Indotaisei, Mandala Putra, KIIC, Suryacipta, dan KIM.

Adapun jumlah pabrik yang berada di kabupaten ini dihimpun dari KNIC adalah sekitar 1.762 dengan rincian 787, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak 269, penanaman modal asing (PMA) sebanyak 638, dan Joint venture tercatat sebanyak 58 pabrik.

Tak hanya sampai di situ, Kabupaten Karawang memengang besaran nilai upah minimum kabupaten (UMK) tertinggi dibandingkan dengan kota/kabupaten lain yang ada di Indonesia. Saat ini, UMK kabupaten Karawang tercatat sebesar Rp4.798.312.

Tempat Investasi Menjanjikan

Sebagai kabupaten, karawang menjadi wilayah yang menjanjikan untuk menanam investasi.

Memiliki letak strategis dan dekat dengan ibu kota, serta dilengkapi dengan kemudahan akses transportasi seperti  jalan tol, kereta hingga pelabuhan membuat nilai lebih bagi Karawang sebagai wilayah tujuan investasi yang menjanjikan.

Sebagai pusat industri terbesar, Karawang tentu saja memiliki teknologi lengkap dan canggih. Tak heran jika pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut semakin maju.

Sebagai wilayah yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia, perkembangan di lokasi ini cukup baik jika dilihat dari segi pendapatan dan perkembangan infrastruktur.

Berita Terkait