Sayonara.. PLN Pensiunkan Seluruh PLTU Batu Bara

15 Juli 2021 08:01 WIB

Penulis: Sukirno

Penyelesaian proyek PLTU Batang saat ini masih terus berlangsung dan diharapkan bisa beroperasi komersil di akhir Tahun 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN berancang-ancang untuk memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. Pensiun seluruh PLTU batu bara itu untuk mendukung pencapaian target net zero emission atau karbon netral pada 2060.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya telah menyusun peta jalan untuk memensiunkan PLTU batu bara melalui lima tahapan, lalu menggantikannya dengan energi baru terbarukan yang rendah emisi.

“Tahapan monetisasi PLTU batu bara sebesar 50,1 gigawatt hingga tahun 2056 akan dilaksanakan dan menggantinya dengan energi baru terbarukan secara bertahap,” kata Zulkifli Zaini di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 14 Juli 2021.

Zulkifli menjelaskan tahap pertama PLN akan mulai memensiunkan pembangkit-pembangkit PLTU batu bara subcritical sebesar satu gigawatt, yakni PLTU Muarakarang, Tambaklorok, dan Gresik.

Menurutnya, kebijakan memensiunkan pembangkit-pembangkit tua itu akan mulai dilaksanakan pada 2030 mendatang.

“Kami punya ruang untuk memetakan kembali bagaimana pembangkit akan mulai masuk dengan tetap menjaga pembangkit yang diperlukan sebagai sistem untuk penyeimbang dengan intermittent energi baru terbarukan,” kata Zulkifli.

Pada 2035, PLN akan menjalankan tahap kedua memensiunkan pembangkit fosil tua yang subcritical sebesar sembilan gigawatt.

Tahap ketiga pada 2040, PLN akan kembali memensiunkan pembangkit supercritikal sebesar 10 gigawatt. Lalu, lima tahun kemudian perseroan akan memensiunkan PLTU batu bara ultra supercritikal sebesar 24 gigawatt.

“Semuanya akan digantikan oleh pembangkit berbasis renewable energy secara bertahap. Tahun 2055, terakhir pembangkit PLTU ultra supercritikal sebesar lima gigawatt akan kami pensiunkan,” ujar Zulkifli.

Pengembangan energi baru terbarukan akan mengalami peningkatan secara masif mulai tahun 2028 karena kemajuan baterai yang semakin murah. Kemudian mengalami kenaikan secara eksponensial mulai tahun 2040.

Pembangkit nuklir akan masuk pada tahun 2040 untuk menjaga keandalan sistem seiring perkembangan teknologi nuklir yang semakin aman.

PLN menjamin seluruh pembangkit listrik di Indonesia yang dikelola perseroan akan menggunakan energi bersih mulai tahun 2060.

“Pada 2045, porsi energi baru terbarukan sudah mendominasi total pembangkit. Dekade berikutnya, seluruh pembangkit listrik di Indonesia berasal dari energi baru terbarukan,” pungkas Zulkifli. (SKO)

Berita Terkait