Saratoga, eWTP Fund, dan CE Capital Suntik Modal Start Up Insurtech Fuse

16 September 2021 11:06 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Start up asuransi Fuse / Dok. Fuse (Dok. Fuse)

JAKARTA -- Perusahaan milik konglomerat Edwin Soeryadjaya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) turut berpartisipasi dalam pendanaan perpanjangan putaran Seri B untuk perusahaan rintisan (start up) asuransi (insurtech) terbesar di Indonesia, Fuse.

Selain Saratoga, eWTP Technology and Investment Fund dan CE Innovation Capital (CEIC) juga menginvestasikan uangnya ke start up yang memiliki 60.000 mitra agen ini.

Bulan lalu, Fuse mendapatkan pendanaan yang dipimpin oleh GGV Capital dengan partisipasi dari investor yang ada, termasuk East Ventures (Growth Fund), SMDV, Golden Gate Ventures, Heyokha Brothers, Emtek, dan beberapa investor lainnya.

CEO Fuse Andy Yeung mengatakan, partisipasi ketiga investor dalam putaran pendanaan ini sangat berarti bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.

"Kami sangat senang dapat bergabung dengan eWTP, CEIC, dan Saratoga karena mereka semua adalah pemimpin di bidangnya masing-masing. Kami menantikan pengalaman tak ternilai yang mereka peroleh dan bagikan oleh mereka," katanya dalam keterangan pers, Kamis, 16 September 2021.

Sementara itu, Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya mengungkapkan bahwa pihaknya termotiviasi untuk mendanai Fuse karena sektor insurtech memiliki potensi pertumbuhan yang besar.

Hal itu didorong oleh pesatnya perkembangan penggunaan teknologi digital dan inklusi keuangan di Indonesia.

Menurut dia, berinvestasi di Fuse merupakan peluang besar bagi Saratoga untuk memperkuat portofolio di sektor teknologi digital.

"Sebagai pemain insurtech terkemuka di Tanah Air, Fuse dapat memberikan solusi dan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat dalam memilih produk asuransi yang tepat," katanya.

Partner dan CFO eWTP Fund Jiang Dawei mengatakan perusahaan bertujuan untuk memanfaatkan peluang start up di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dana US$600 juta setara Rp8,54 triliun disiapkan eWTP Fund pada 2018 dan memiliki investasi di India, Vietnam, dan Thailand.

Menurut eWTP Fund, Fuse adalah investasi pertama eWTP ke Indonesia, salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

"Sebagai pemain insurtech terkemuka di Indonesia, Fuse memiliki proposisi nilai unik yang memberdayakan saluran penjualan tradisional dengan menghubungkan banyak perusahaan asuransi yang tersebar dengan jaringan agen yang besar, menyediakan agen/broker dengan jajaran produk asuransi yang komprehensif," katanya.

Dia menambhakan, Fuse juga telah menunjukkan kemampuan untuk memanfaatkan produk asuransi baru dan inovatif dari negara lain untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang khas.

"Dengan demikian, kami melihat Fuse sebagai pemain regional yang kuat di Asia Tenggara dalam waktu dekat," imbuhnya.

Fuse didirikan pada tahun 2017 dan dioperasikan oleh dua veteran industri, Andy Yeung dan Ivan Sunandar.

Fuse telah mengakuisisi lebih dari 60.000 mitra agen atau broker dan kemitraan dengan lebih dari 30 perusahaan asuransi, dengan lebih dari 300 produk asuransi di platform.

Total pendapatan premi bruto (GWP) tahun lalu mencapai US$50 juta setara Rp720 miliar.

"Fuse memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dalam distribusi omni-channel dan inovasi teknologi. Perusahaan juga diposisikan secara tepat dengan model To Agent yang sebagian besar meningkatkan efisiensi seluruh rantai pasokan asuransi secara digital dan inovatif, yang kami yakini sebagai jalur yang benar untuk meningkatkan bisnis dalam jangka panjang," ungkap Xiaolin Zheng, Partner CEIC.

Dia mengatakan, mengingat penetrasi produk asuransi yang relatif rendah di Indonesia, prospek pertumbuhan populasi yang menjanjikan, dan meningkatnya permintaan dari pelanggan pasca pandemi, CEIC memiliki keyakinan penuh pada fase pertumbuhan Fuse berikutnya.*

Berita Terkait