Sandiaga Uno Pastikan Jaringan Internet di Destinasi Super Prioritas Tidak Lemot

March 22, 2021, 08:25 PM UTC

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dan Wamen Angela Tanoesodibjo saat akan mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Biaya dan kecepatan internet di destinasi wisata menjadi salah satu fokus perbaikan pemerintah dalam menggenjot sektor pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan wisatawan punya kecenderungan tidak berkunjung lagi ke destinasi wisata bila wilayah tersebut sulit dijangkau sinyal internet.

“Kalau enggak bisa upload selfie, dia bete dan sebal. Terus tidak mau berkunjung lagi ke sana. Makanya kita harus segera mendukung pembangunan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) terutama di lima daerah destinasi super prioritas,” kata Sandiaga Uno, dalam Indonesia Data and Economy Conference (IDE) 2021, dikutip Senin, 22 Maret 2021.

Ketersediaan akses internet memang berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Menurut hasil riset World Economic Forum (WEF) tahun 2015, setiap ada penambahan 10% akses internet, maka akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 1,2%.

“Saya merasakan sendiri jaringan internet di Likupang itu. Dan ini bisa menghambat kunjungan wisatawan,”ujar Sandiaga.

Kesenjangan Akses Internet

Pengalaman Sandiaga Uno menjajal koneksi internet di Likupang merupakan bukti kesenjangan internet di Indonesia. Melansir data International Telecommunication Union tahun 2018, pengguna internet dengan kecepatan optimal di Indonesia hanya mencapai 3%.

Dengan kata lain, hanya ada tiga dari 100 penduduk Idnonesia yang kecepatan internetnya tergolong optimal. Indonesia tertinggal dari Vietnam dengan catatan pengguna internet kecepatan optimal mencapai 12 per 100 orang.

Upaya mengurangi kesenjangan ini sebenarnya telah coba diredam dengan membangun konstruksi Palapa Ring Timur sejak Agsutus 2019. Proyek pembangunan kabel serat optik ini menyasar 35 kabupaten kota dari Nusa Tenggara Timur hingga Papua.

“Infstaruktur ini nilainya triliunan. Saya lihat pembangunan ini on the right tack, on budget, dan on schedule,” pungkas Sandiaga Uno.

Pembangunan infrastruktur ini meliputi 244 desa di lima destinasi super prioritas wisata hingga 2024 mendatang. Untuk diketahui, lima destinasi super prioritas yang sedang digenjot pemerintah ialah Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, Likupang, dan Danau Toba.