Sandi Uno Pastikan Prakondisi COVID-19 Terpenuhi Jelang World Superbike di Sirkuit Mandalika

29 Agustus 2021 19:08 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat meninjau kesiapan "World Superbike" di Sirkuit Mandalika, NTB. / Dok. Kemenparekraf (Kemenparekraf.go.id)

JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan bahwa prakondisi COVID-19 menjelang perhelatan "World Superbike" di Sirkuit Mandalika pada November 2021 terpenuhi.

Sandi mengatakan, prakondisi-prakondisi COVID-19 yang dipersiapkan antara lain: situasi pandemi terkendali, akselerasi program vaksinasi termasuk bagi pekerja parekraf dan keluarganya di Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya di Lombok Tengah.

Selain itu, perlunya ketersediaan rumah sakit yang memadai, sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) end-to-end terpenuhi, hingga kesiapan industri.

"Kita sudah mendapatkan go ahead sign dari ratas dengan Presiden (Joko Widodo) mengenai World Superbike. Jadi, selain uji coba di Bali, Batam, dan Bintan, kita juga sedang menyiapkan World Superbike yang nantinya akan mendatangkan wisatawan mancanegara. Ini kita persiapkan secara totalitas baik dari sisi industri maupun regulasinya. Jika prakondisinya bisa terpenuhi, ini akan menjadi salah satu ajang yang kita uji cobakan," ujar Sandi dalam pertemuan virtual Forum Brainstorming Kepala Perwakilan RI se-Asia Tenggara, Jumat, 27 Agustus 2021.

Gelaran "Wold Superbike" rencananya diadakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 12-14 November dengan melibatkan atlet internasional.

Ajang ini diproyeksi menjadi proyek eksperimentasi penerapan travel corridor arrangement (TCA), selain Bali, Batam, dan Bintan, untuk mengaktivasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpukul.

Untuk menyukeskan event tersebut, Sandi juga mendorong agar para pelaku parekraf di Mandalika dan destinasi super prioritas lainnya dapat menyiapkan secara 360 derajat ciri khas kearifan lokal yang terdapat daerahnya masing-masing.

"Pariwisata kedepan sangat bersanding dengan ekonomi kreatif, di mana lima indera kita harus tersentuh, bagaimana the vibration, the taste, the feel, the side, the sound, the smell, itu harus kita hadirkan," katanya dalam keterangan resmi.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenpareraf Kurleni Ukar menambahkan, saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam penerapan CTA, terutama dengan Satgas COVID-19, mengingat situasi pandemi yang sangat dinamis.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk menentukkan negara mana saja yang low risk, sehingga nantinya bisa masuk ke Indonesia. Selain itu, penyiapan aturan dan kebijakan juga disiapkan berdasarkan traveler journey, yakni sebelum keberangkatan, selama berwisata, hingga kembali ke negara asal.

"Kita juga akan melakukan uji coba mulai dari charter flight beberapa negara. Semua fasilitas kesehatan dan asuransi juga akan kami siapkan," katanya.

5 Strategi Pemulihan Sektor Parekraf

Sandi tampaknya optimistis bahwa sektor parekraf Tanah Air bisa pulih meski secara global kondisi sektor parekraf sangat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Menurut data World Travel & Tourism Council, misalnya, ada sekitar 174 juta pekerja di sektor ini kehilangan pekerjaan sepanjang tahun 2020.

Untuk memulihkan sektor parekraf, Sandi menyiapkan lima langkah strategis.

Pertama, peningkatan kapasitas SDM yang berbasis pada kualitas dan berkelanjutan lingkungan. Kedua, revitalisasi destinasi dan infrastruktur ekraf. Ketiga, peningkatan resiliensi dan daya saing usaha, melalui pemberian insentif, akses permodalan, sertifikasi usaha, dan CHSE.

Keempat, inovasi produk dan jasa yang lebih berkualitas dan berkearifan lokal. Terakhir, pemulihan dan perluasan pasar, melalui program BeliKreatifLokal, Bangga berwisata #DiIndonesiaAja, serta pemasaran produk ekonomi kreatif.*

Berita Terkait