Sambut Nataru 2022, PLN Unit NTT Nyalakan Listrik di Timor Tengah Selatan

24 Desember 2021 08:03 WIB

Penulis: Mutia Yuantisya

Editor: Sukirno

Sambut Natal dan Tahun Baru 2022, PLN Unit NTT Lakukan Penyalaan Listrik di Kabupaten Timor Tengah Selatan (Website PLN)

JAKARTA – Dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Unit Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penyalaan listrik di Desa Fatuulan, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko mengatakan bahwa upaya menyambungkan aliran listrik ke daerah tersebut begitu menantang.

“Kabupaten Timor Tengah Selatan ini untuk KK yang sudah berlistrik baru sekitar 101.000 dari total 143.000. Jadi masih ada 42.000 KK/rumah yang belum menikmati listrik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 23 Desember 2021.

Hal tersebut merupakan komitmen PT PLN (Persero) untuk terus melakukan penyambungan listrik di daerah-daerah terpencil guna meningkatkan produktivitas masyarakat desa.

Melistriki desa, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) cenderung sulit karena jarak yang ditempuh untuk sampai ke desa memerlukan waktu enam jam.

Di sisi lain, Desa Fatuulan berada di ketinggian 1.800 mdpl dengan medan terjal naik turun.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko berharap dengan adanya penyambungan listrik bisa meningkatkan rasio elektrifikasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Dengan adanya penyambungan listrik, masyarakat akan semakin sejahtera, produktif, dan mampu meningkatkan perekonomian desa.

Berdasarkan data PLN, dalam upaya menyambungkan listrik di Desa Fatuulan, PLN melakukan sejumlah investasi senilai Rp5 miliar.

Dana dialokasikan untuk pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 7,82 kilometer sirkuit (kms); Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 15,92 kms; dan 4 buah gardu dengan total 200 kiloVolt Ampere (kVA).

Dalam setahun terakhir, Rasio Elektrifikasi di NTT, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan meningkat 1,77% dari 68,85% menjadi 70,62%. RE Provinsi NTT meningkat menjadi 88,96% dari yang sebelumnya 87,62%.

Berita Terkait