Saling Tukar Data, Merger Hutchison 3 dan Indosat Rampung April 2021?

04 Februari 2021 05:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Lambang PT Indosat Tbk. / Facebook @IndosatOoredoo

JAKARTA – Realisasi merger PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) dengan PT Indosat Tbk (ISAT) dikabarkan rampung paling lambat akhir April 2021. Saat ini, kedua perusahaan sudah memasuki tahap pertukaran data guna mematangkan aksi penggabungan.

Vice President Director 3 Indonesia, Danny Buldansyah mengatakan, proses pembahasan konsolidasi dengan Indosat masih berlangsung dan berjalan dengan baik. Bahkan, keduanya telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk konsolidasi kedua perusahaan di dalam satu pintu.

“Semuanya masih sesuai jadwal. Kami sudah menunjuk konsultan masing-masing dan mulai bertukar data dan mudah-mudahan bisa selesai sebelum akhir April,” ujarnya dalam sebuah webinar, Rabu 3 Februari 2021.

Danny bilang, kedua pihak berkomitmen untuk melaksanakan proses konsolidasi sesuai dengan kesepakatan. Kendati begitu, ia enggan memberikan detil dari hasil kesepakatan tersebut.

Dengan begitu, belum diketahui apakah nantinya hasil kesepakatan akan membentuk perusahaan baru, melebur atau bahkan hanya sekedar menjalin kerja sama dengan memanfaatkan teknologi masing-masing.

Dari sisi teknis, sambung Danny, realisasi penggabungan juga tidak dapat dianggap remeh. Sehingga, ke depannya Tri dan Indosat akan membicarakan persoalan teknis peralihan dan skema bisnis yang bakal diambil kedua pihak.

Satu hal yang pasti, ia meyakini bahwa proses konsolidasi ini akan membawa keuntungan bagi kedua pihak. “Diharapkan ketika bersatu ada sinergi yang bawa keuntungan. Satu tambah satu bukan dua, tetapi harapannya empat atau lima,” tutup Danny.

Sebelumnya, kesepakatan antara CK Hutchison Holdings Ltd. dari Hong Kong dengan QPSC Ooredoo dari Qatar untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi keduanya di Indonesia kian dekat.

CK Hutch sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk menggabungkan bisnis telekomunikasinya di Indonesia dengan PT Indosat Ooredoo, menurut sumber dikutip Bloomberg, Senin, 21 Desember 2020.

Ooredoo memiliki sekitar 65% saham Indosat. Sementara, CK Hutchison Holdings mengoperasikan bisnis telekomunikasinya di Indonesia lewat PT Hutchison 3 Indonesia (3 Indonesia).

Kesepakatan itu akan mencakup penawaran tunai dan saham. Kedua perusahaan nantinya akan menjadi pemegang saham signifikan dalam entitas gabungan. (SKO)

Berita Terkait