Saham Saratoga Naik 25,56 Persen Dalam Sebulan, Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno Cuan Gede!

18 Desember 2021 06:28 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Konglomerat Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pemilik perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) / Facebook @SandiSUno

JAKARTA – Saham emiten investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengalami pelonjakan harga sebesar 25,56% selama sebulan terakhir. Hal ini pun mengerek kekayaan duo konglomerat Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Sebagai investor utama Saratoga, Edwin menggenggam 4.490.570.090 lembar saham atau setara 33,10% kepemilikan saham. Sedangkan, Sandi mengempit 2.917.827.145 atau sekitar 21,51% dari keseluruhan saham SRTG.

Mengacu pada harga penutupan perdagangan Jumat, 17 Desember 2021, saham SRTG berada pada level Rp2.800 per lembar. Sehingga, nilai kepemilikan saham keduanya di SRTG masing-masing sebesar Rp12,57 triliun dan Rp8,17 triliun.

Jika dikalkulasi, nilai kekayaan Edwin naik Rp3,21 triliun dalam sebulan melalui peningkatan harga saham SRTG. Sementara itu, Sandi yang juga menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mencatat kenaikan kekayaan sebanyak Rp2,09 triliun.

Pada akhir pekan ini, Saratoga membukukan kapitalisasi pasar (market capitalization) sejumlah Rp37,98 triliun. Catatan tersebut didorong oleh pertumbuhan nilai aset (net asset value/NAV) yang berasal dari kinerja saham investee perseroan. 

Setidaknya, terdapat lima saham emiten portofolio Saratoga yang mengalami peningkatan selama sebulan ini. Di antaranya PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) sebanyak 5,82%, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) 24,62%, PT Providen Agro Tbk (PALM) 85,15% PT Mitra Pinastika Multika Tbk (MPMX) 36,90%, dan PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) 13,86%.

Sejalan dengan hal itu, total pendapatan dividen yang diperoleh Saratoga dari seluruh perusahaan investasinya mencapai Rp871 miliar pada kuartal III-2021. Perolehan dividen tersebut melesat sekitar 35% year-on-year (yoy) dari Rp645 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berita Terkait