Saham Pilihan Mirae Sekuritas Juni 2021: BBRI Ditendang Diganti PRDA, Temani ANTM hingga INCO

18 Juni 2021 04:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Gedung laboratorium PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) / Prodia.co.id

JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mendepak posisi saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dari jajaran saham unggulan Juni 2021. Sebagai gantinya, perusahaan sekuritas asal Korea Selatan ini memasukkan saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya mengatakan bahwa berdasarkan data tahun 2020, rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue BBRI memiliki efek dilusi.

Bagi dia, hal ini menurunkan earning per share (EPS) konsolidasi atau proforma BBRI, Pegadaian, dan PNM 2020 sekitar 10%, serta mengurangi return on equity (ROE) 2020 sebesar 2 ppt dari 9,5% menjadi 7,2%.

“Oleh karena itu, kami mengubah salah satu pilihan utama kami dari BBRI ke PRDA,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Kamis, 17 Juni 2021.

Adapun alasan Hariyanto memilih saham PRDA karena adanya momentum pertumbuhan pendapatan yang kuat akan berlanjut di kuartal mendatang. Hal ini didukung oleh pemulihan volume pengujian yang dilakukan, terutama dalam pengujian yang tidak terkait dengan COVID-19.

“Saat ini, PRDA diperdagangkan di price to earning (P/E) sebesar 11,8 kali pada akhir tahun 2021 (-0,6 sd dari P/E 5 tahun). Kami menganggap valuasi ini murah,” paparnya.

Dengan begitu, saham-saham pilihan utama Mirae Asset pada periode Juni 2021 di antaranya PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Kemudian, PT Japfa Confeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Lalu dua emiten milik konglomerat Anthoni Salim juga masuk jajaran top picks Mirae Asset, yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sebelumnya, investor asing sempat membukukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar pada saham BBRI sekitar Rp755 miliar pada akhir perdagangan Rabu, 16 Juni 2021. Tampaknya, para investor global tidak menyukai rencana rights issue BBRI yang tergolong dilutif. (SKO)

Berita Terkait