Saham Jeblok, Japfa Comfeed Rancang Rights Issue Rp3,2 Triliun dan Buyback Rp350 Miliar

May 06, 2020, 05:16 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Kantor Japfa Comfeed / Shareinv.com

Emiten peternakan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) mengumumkan rencana penerbitan 3,52 miliar saham baru (rights issue) dan pembelian kembali saham (buyback) dengan jumlah maksimal Rp350 miliar atau 2,5% dari seluruh saham yang sudah ditempatkan.

Melansir dari keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020, perseroan berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perusahaan akan mengeluarkan saham seri A paling banyak 30% dari jumlah saham disetor saat ini atau 3,52 miliar lembar saham.

Dalam laporan keuangan akhir 2019, nominal saham JPFA seri A mencapai Rp200 per lembar. Sehingga, total dana yang akan diraup JPFA dari rights issue minimum Rp704 miliar.

Akan tetapi, jika mengacu pada harga saham JPFA per 6 Mei 2020 di level Rp915 per lembar, maka total dana yang akan diraih dari rights issue mencapai Rp3,22 triliun.

Manajemen Japfa berencana menggunakan seluruh dana yang diterima perseroan dari rights issue untuk keperluan korporasi umum bagi Japfa Group.

Aksi ini diperkirakan akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasian dan struktur permodalan perseroan dengan memperbaiki debt to equity ratio (DER), dan meningkatkan jumlah saham yang beredar.

Dengan PMHMETD ini, diharapkan akan meningkatkan frekuensi perdagangan saham perseroan alias meningkatkan likuiditas saham yang beredar.

Untuk memperoleh persetujuan rights issue dari para pemegang saham, Japfa akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2020.

Pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2020, saham JPFA ditutup merosot 2,66% sebesar 25 poin ke level Rp915 per lembar. Kapitalisasi pasar saham JPFA mencapai Rp10,73 triliun, dengan imbal hasil negatif 39,2% selama setahun terakhir.

Sementara itu, manajemen Japfa Comfeed juga akan melaksanakan buyback saham dalam kurun waktu 18 bulan setelah RUPSLB, dimulai pada 22 Juni 2020 hingga 18 Desember 2021.

Buyback senilai maksimum Rp350 miliar akan dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30/POJK.04/2017 tanggal 21 Juni 2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.

Direksi emiten pakan ternak dan unggas itu menyebut meskipun mandat buyback akan memberi wewenang kepada perseroan untuk membeli kembali hingga persentase tertentu dari saham yang diterbitkan, perseroan tetap akan memperhatikan baik keadaan internal maupun eksternal, sehingga belum ada kepastian bagi perseroan untuk melakukan pembelian satu atau semua saham yang diizinkan berdasarkan buyback. (SKO)