Saham Farmasi Kembali Manggung, Minus IRRA Karena Suspensi

January 12, 2021, 01:47 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Karyawan melintas dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Sentimen vaksinisisi COVID-19 masih memberi dorongan kuat bagi pergerakan saham-saham farmasi pada perdagangan sesi I Selasa, 12 Januari 2021. Namun, ada satu saham farmasi yang harus ketinggalan gerbong lantaran masuk daftar suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Itama Ronaraya Tbk (IRRA) yang kemarin sempat mencetak penguatan hingga menembus auto reject atas (ARA), hari ini telah tersuspensi. Dengan demikian, saham IRRA hari ini tidak dapat mengikuti gerbong sektor farmasi lainnya yang masih melanjutkan penguatan.

Tercatat hingga perdagangan sesi I, saham PT Pyramid Farma Tbk (PYFA) masih menjadi pemimpin penguatan sektor farmasi dengan kenaikan 175 poin atau 13,06% ke level Rp1.515 per lembar. Kemudian, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) yang melesat 12% atau 750 poin ke level Rp7.000 per lembar.

Selanjutnya, ada saham PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) yang meroket 9,68% atau 625 poin ke level Rp7.075 per lembar. Lalu, saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) yang naik 8,04% atau 160 poin ke level Rp2.150 per lembar.

Kemudian, ada saham PT Phapros Tbk yang melesat 200 poin atau 8,03% ke level Rp2.690 per lembar. Terakhir, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang yang naik 0,57% atau 50 poin ke level Rp1.800 per lembar.