Saham Energi Bikin Miliarder Dunia Ini Cuan Rp59 Triliun kurang dari 6 Bulan

26 Agustus 2022 12:02 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Fakhri Rezy

Ilustrasi produksi minyak mentah

WASHINGTON - Miliarder dunia Warren Buffet dikabarkan meraup untung sebesar US$4 miliar atau setara Rp59 triliun (kurs Rp14.829 per dolar) hanya dalam waktu kurang dari setengah tahun. 

Keuntungan didapat lantaran harga saham energi diketahui telah melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Buffett yang merupakan investor kawakan diketahui telah membeli saham emiten produsen minyak dan gas, Occidental pada 28 Februari dan 8 Agustus 2022 dengan harga US$41 hingga US$60  atau kisaran Rp600 ribu hingga Rp886 ribu per lembar saham. Pembelian tersebut dilakukan lewat perusahaan milik Buffett, Berkshire Hathway.

Pada pembelian tersebut, Buffet kini  mengempit 188 juta saham Occidental atau lebih dari 20% dari total keseluruhan.

Lebih lengkap lagi, konglomerat berusia 91 tahun ini memiliki saham preferen Occidental senilai US$10 miliar atau kisaran Rp147, 7 triliun.  

Ia juga memiliki waran untuk membeli 83,9 juta saham biasa dengan biaya tetap US$5 miliar atau kisaran Rp71 triliun, yang diterimanya sebagai imbalan untuk membiayai pengambilalihan perusahaan energi Anadarko Petroleum pada 2019

Mengutip Insider Jumat, 26 Juli 2022, saham Occidental meroket hingga 83%. Saat ini saham Occidental diperdagangkan dengan harga kisaran  US$75 atau kisaran Rp1,1 juta per lembar saham, tertinggi sejak November 2018.

Nilai saham Berkshire juga ikut naik sedikit di atas US$14 miliar atau setara Rp206 triliun. Dengan kata lain, Buffett dan timnya telah mencetak sekitar 42% keuntungan yang belum direalisasi pada saham dalam waktu kurang dari setengah tahun.

Belum merasa puas, Buffett melalui Berkshire telah mengisyaratkan rencana untuk membeli lebih banyak saham saham emiten energi. Baru -baru ini, Berkshire  mendapatkan persetujuan  untuk meningkatkan kepemilikannya di spesialis bahan bakar fosil menjadi 50% atau sekitar dua kali lipat dari batas kepemilikan sebelumnya.

Sebagai benang merah, bersama dengan perusahaan minyak dan gas lainnya, Occidental telah diuntungkan dari harga energi yang lebih tinggi tahun ini. Hal ini terjadi sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina yang mengganggu pasokan global.

Hingga beberapa waktu ke depan, Buffett dan rekan-rekannya tampak yakin bahwa harga akan tetap tinggi untuk sementara waktu. Ini tampak masuk akal mengingat mereka juga memiliki saham lebih dari empat kali lipat  di Chevron senilai US$26 miliar atau setara Rp384,1 triliun.

 

Berita Terkait