Saham Dibekukan Setahun Akibat Pailit, Cowell Development Terancam Ditendang BEI

15 Juli 2021 05:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Plaza Atrium Senen, Jakarta, milik PT Cowell Development Tbk. / Cowelldev.com

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan peringatan potensi penghapusan pencatatan (delisting) saham emiten pengembang properti PT Cowell Development Tbk (COWL). Hal ini sehubungan dengan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek COWL selama 1 tahun.

Berdasarkan aturan Bursa, sebuah emiten dapat didepak jika mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha.

Baik secara finansial atau secara hukum, serta tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. Selain itu, delisting dapat dilakukan jika saham emiten telah disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai selama 24 bulan atau 2 tahun.

“Kami sampaikan bahwa saham perseroan telah disuspensi selama 12 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 13 Juli 2022,” tulis manajemen BEI, Rabu, 14 Juli 2021.

Kejadian suspensi saham COWL ini terjadi pada Juli tahun lalu, ketika perseroan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Putusan pailit diambil setelah perseroan terbukti tidak mampu membayar utang kepada PT Multi Cakra Kencana Abadi (MCKA) senilai Rp53,4 miliar.

Kondisi itu memaksa MCKA menggugat COWL pada 17 Juli 2021. Tepat sebulan sebelumnya, 17 Juni 2020, PT Mega Sukses Bersama turut mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada COWL.

Cowell Development dikenal sebagai salah satu emiten properti untuk pasar menengah dan atas. Perseroan memiliki proyek ternama, seperti Plaza Atrium Senen, Borneo Paradiso, The Oasis, hingga Leverde-Serpong Park. (SKO)

Berita Terkait