Saham BBKP Masuk Indeks MSCI Global Standard dan Small Cap per Mei 2022

17 Mei 2022 20:40 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rizky C. Septania

Bank KB Bukopin (TrenAsia)

JAKARTA -Saham PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) masuk dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Standard dan MSCI Small Cap per Mei 2022.

MSCI Index sendiri seringkali menjadi patokan bagi investor dan manajer investasi bagi portofolio mereka sehingga perubahan ini kerap memengaruhi pasar saham Indonesia. 

Presiden Direktur KB Bukopin Chang Su Choi menyatakan masuknya KB Bukopin pada MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index, membuktikan bahwa KB Bukopin memiliki potensi pasar yang jelas.

Menurut Choi, masuknya KB Bukopin Indeks Global MSCI merupakan katalis positif bagi harga saham Perseroan di tengah kondisi pasar yang bergejolak saat ini. 

"Diharapkan dengan prospek perseroan yang semakin unggul, saham KB Bukopin dapat menjadi pilihan unggulan bagi para investor global. KB Bukopin sangat profesional dan bisa menjaga kinerja tersebut secara berkesinambungan,” kata Choi dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 17 Mei 2022.

Ditambahkan, kriteria penambahan atau penghapusan emiten pada Indeks MSCI Indonesia ditentukan oleh tingkat likuiditas saham dan kapitalisasi pasar berbasis penyesuaian saham beredar di public atau free float-adjusted market capitalization

Daftar Indeks tersebut dapat dijadikan acuan investor dalam menentukan saham unggulan yang layak dipilih dalam berinvestasi dan berpotensi membuat saham-saham akan masuk ke dalam pilihan investor global.

Acuan MSI Index merupakan bobot yang digunakan fund manager untuk mengelola portfolionya. 

“Hal ini dapat dijadikan peluang bagi para investor asing untuk memulai berinvestasi pada saham yang memiliki prospek yang cukup baik di Indonesia melalui bobot yag ada di MSCI Index.” tambah Choi.

Adapun terkait kerugian perseroan yang membengkak di kuartal-I 2022 sendiri, menurutnya lantaran karena pencadangan kredit bermasalah (CKPN) dinaikan untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah di tahun 2022.

Berita Terkait