Saham ANTM, BRIS, dan TINS Meroket Saat IHSG Rebound Naik Tertinggi Dunia ke 6.429,75

January 20, 2021, 05:08 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Pewarta memperhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jum’at, 25 September 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 107,90 poin atau naik 1,71% ke level 6.429,75 pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Januari 2021. Kenaikan IHSG hari ini menjadi lonjakan tertinggi di antara bursa-bursa utama dunia.

Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) pun berhasil melaju ke zona hijau setelah sebelumnya ambruk pada perdagangan kemarin.

Saham ANTM sempat dibuka melemah 170 poin di level Rp2.540 per lembar. Pada penutupan perdagangan sesi awal, pergerakan saham ANTM menunjukkan tren positif dan ditutup pada posisi Rp2.950 per lembar.

Dalam sehari, saham ANTM melonjak hingga 480 poin atau 17,71% dan ditutup pada level Rp3.190 per lembar. Volume transaksi saham ANTM pada hari ini mencapai 1,98 miliar lembar dengan nilai Rp5,69 triliun.

Bahkan, saham emiten pelat merah ini tercatat sebagai saham yang paling diburu sepanjang perdagangan hari ini alias top gainers. Disusul oleh saham BRIS dan TINS yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar 14,42% dan 12,81%.

Lonjakan harga saham ANTM ini terjadi di tengah rencana perseroan yang bakal mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkait kasus gugatan 1,1 ton emas oleh pengusaha asal Surabaya, Budi Said.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, kenaikan saham ANTM turut diikuti oleh sejumlah euforia yang terjadi pada hari ini. Hal ini mendorong investor untuk memborong emiten tambang tersebut.

“Adanya uforia kenaikan harga komoditas dunia, pelantikan Joe Biden (Presiden Amerika Serikat), dan pendirian pabrik baterai listrik di Tanah Air,” ujarnya kepada TrenAsia.com, Rabu 20 Januari 2021.

Sebelumnya, saham ANTM terpuruk ke level Rp2.910 per lembar pada akhir perdagangan Selasa 19 Januari 2021 kemarin. Bahkan, emiten satu ini menduduki jajaran top losers dan sempat terkena auto reject bawah (ARB) pada perdagangan di hari itu. (SKO)