RUSPLB Bank KB Bukopin (BBKP) Restui Aksi Injeksi Modal Rp12 Triliun Lewat Rights Issue

30 November 2022 16:30 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Yosi Winosa

Jajaran direksi dan komisaris BBKP, kiri ke kanan: Jerry Marmen (Komisaris Utama), Woo Yeul Lee (Direktur Utama), Robby Mondong (Wakil Direktur Utama). (Dokumentasi Perseroan)

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) pada 30 November 2022 menyetujui rencana penambahan modal lewat skema penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Perusahaan segera melaksanakan rangkaian Penawaran Umum Terbatas (PUT) VII dengan menerbitkan saham baru yakni saham biasa kelas B sebanyak-banyaknya120 miliar saham. Pengendali PT Bank KB Bukopin, KB Financial Group akan terus memperkuat komitmen ke (KB Bukopin) dengan penambahan modal dalam rights issue tersebut, di mana dari rencana penerbitan 120 miliar saham, setidak-tidaknya akan menerap 67%. 

Sisanya diharapkan akan diserap oleh investor strategic lokal maupun investor ritel. Adapun nominal awal saham yang akan ditawarkan sebesar Rp100 perlembar saham, dengan target harga pelaksanaan di kisaran Rp180-200 perlembar saham. Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut, bergantung pada keperluan dana KB Bukopin dan harga dari pelaksanaan PUT VII.  Dengan demikian, target raihan dana rights issue berkisar Rp12 triliun hingga Rp24 triliun.

“Dalam rangka menjaga daya saing yang sehat dan kuat di industri keuangan nasional maupun regional. Sehingga dapat memberikan nilai tambah baik kepada pemegang saham, karyawan, manajemen, serta kepada pemegang kepentingan yang lebih luas (stakeholder),” kata Deputy President Director KB Bukopin, Robby Mondong kepada TrenAsia.com, Rabu, 30 September 2022.

Ditambahkan Robby, aksi korporasi tersebut merupakan upaya KB Bukopin dalam menjaga kecukupan modal sesuai regulasi dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan. 

Adapun tingkat kecukupan pemenuhan modal minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR) KB Bukopin per September 2022 tercatat ada di level 17,59% dan telah sesuai dengan ketentuan PSAK 71. 

Sesuai dengan strategi KB Bukopin, untuk tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan, dibutuhkan tambahan modal untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Nasional.

“Dengan adanya tambahan struktur modal baru, KB Bukopin semakin siap dan optimis  dalam berkompetisi di layanan industri keuangan Nasional. Target KB Bukopin selanjutnya adalah tetap konsisten dalam pengembangan bisnis terutama pada segmen SME dan Ritel, serta dukungan dari pengembangan digitalisasi TI," tambah Robby.

Tambahan informasi, KB Bukopin juga tengah bergerak menuju bank yang bebas dari bad loan dan menjadi clean bank. KB Bukopin pada akhir Juni 2022 telah melakukan transaksi penjualan Non-Performing Loan (NPL) dan kredit berisiko (Loan at Risk/ LAR) sebanyak 180 debitur dengan nilai Original Principal Balance (OPB) sebesar Rp 4,14 triliun.

Rasio rentabilitas juga diharapkan dapat terus menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan kredit baru yang berkualitas dimana sampai dengan Juni 2022 pertumbuhan kredit baru mencapai lebih dari Rp 2,4 triliun. 

Adapun penggerak pertumbuhan kredit baru yang utama berasal dari segmen Komersial dan Retail dengan kontribusi masing-masing sebesar 42% dan 39%, sedangkan pada segmen MSME pertumbuhan kredit sebesar 19%. 

Segmen Komersial masih menjadi anchor pertumbuhan bisnis, optimalisasi partnership dari Korean link business dan Indo-Korean link business akan terus digencarkan oleh KB Bukopin.

Adapun KB Financial Group, didirikan sejak tahun 1963, adalah grup bisnis keuangan terbesar di Korea dengan total aset US$560,1 miliar setara Rp8.814,7 triliun (asumsi kurs Rp15.736 perdolar AS) dan basis pelanggan yang mencapai 70% populasi Korea. 

Berita Terkait