Rusia Klaim Roket Super Berat Mereka Lebih Murah Daripada Milik Amerika

MOSKOW-Rusia dan Amerika seperti kembali dalam perlombaan penjelajahan ruang angkasa dengan membangun roket peluncuran yang mampu membawa beban berat ke orbit bumi. Rusia yang membangun Yenisei mengklaim roket tersebut akan lebih murah daripada Space Launch System (SLS) Amerika yang dirancang Boeing.

“Roket super-berat kami harganya jauh lebih murah daripada SLS Amerika, tetapi hari ini diperlukan landasan untuk solusi yang akan membuat Yenisei semakin kompetitif,” kata Kepala Lembaga Antariksa Rusia Roscosmos Dmitry Rogozin di Twitter-nya, Jumat (18/01).

Kepala Roscosmos sebagaimana dilaporkan TASS sependapat dengan pendiri SpaceX Elon Musk yang sebelumnya menyatakan bahwa biaya peluncuran roket pengangkut berat SLS, yang sedang dikembangkan Boeing untuk mengirim astronot ke Bulan, terlalu tinggi. Seperti yang dikatakan kepala Roscosmos, bahkan Amerika Serikat dengan ekonominya yang kuat akan merasa sulit untuk menanggung biaya seperti itu.

Pada akhir Maret 2018, Roscosmos meminta Energia Space Rocket Corporation untuk mengembangkan desain konseptual roket pembawa super-berat. Kontrak itu bernilai 1,6 miliar rubel (sekitar Rp341 miliar).

Ketua Roscosmos Rogozin sebelumnya mengatakan roket pembawa super-berat baru Yenisei akan dirakit menggunakan prinsip kit di mana setiap bagian peluncur harus menjadi elemen penerbangan independen. Roket dimaksudkan untuk mengirimkan lebih dari 70 ton kargo ke orbit rendah dekat Bumi pada tahap pertama.

Peluncuran pertama Yenisei dijadwalkan akan berlangsung pada 2028. Rusia akan membangun landasan peluncuran untuk roket pembawa super-berat di fasilitas  luar angkasa Vostochny di Timur Jauh Rusia.

Kepala NASA Jim Bridenstine pada bulan Desember mengatakan bahwa peluncuran satu roket SLS akan menelan biaya US$ 1,6 miliar (sekitar Rp22 triliun) dan harganya bisa turun menjadi US$ 800 juta, jika NASA memesan lebih dari satu roket SLS dari Boeing.

Rusia bermaksud menggunakan roket super-berat baru untuk misi ke Bulan, termasuk pendaratan kosmonot Rusia di permukaan satelit alami Bumi tersebut. Dalam perkiraan Roscosmos, Yenisei akan dapat mengirimkan muatan 27 ton ke orbit Bulan.

Tags:
roketteknologi ruang angkasa
%d blogger menyukai ini: