Rusia Gunakan  Mortir Terbesar di Dunia  untuk Gempur Pabrik Baja Azovstal

14 Mei 2022 23:16 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Foto yang menunjukkan 2S4 Tyulpan menyerang pabrik baja Azovstal Ukraina (War Zone)

KYIV-Sebuah gambar telah muncul  yang  menunjukkan  pasukan Rusia  menggunakan mortir 2S4 Tyulpan 240mm. Senjata  terbesar dari jenis  ini yang digunakan di dunia. 

Peluru  dipandu laser tersebut digunakan untuk menyerang  pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan selatan Mariupol.  Berita itu muncul hanya beberapa hari setelah pasukan Ukraina yang ada di dalam kompleks bersikeras bahwa menyerah bukanlah pilihan.

self-propelled  2S4 yang menggunakan sasis tracked  yang dimodifikasi dari sistem rudal permukaan-ke-udara Krug (SA-4 Ganef). Senjata ini pertama kali memasuki layanan dengan Angkatan Darat Soviet pada tahun 1975. 

Biasanya senjata dioperasikan  sembilan awak. Tyulpans yang berarti bunga tulip ini  memiliki jangkauan yang relatif terbatas dan memiliki tingkat tembakan yang rendah yakni hanya sekitar satu putaran per menit. Ini sebagian besar karena amunisi besar yang  tembakkan.

Secara historis, 2S4 biasanya digunakan untuk menembakkan peluru berdaya ledak tinggi seberat 290 pon atau 500 pon. Yang  terakhir memiliki pendorong roket yang dapat memperluas jangkauan. 

Senjata dapat menyerang target hingga sekitar 6 mil dengan amunisi standar dan 11 mil jauhnya saat menggunakan tipe bantuan roket. Pada 1980-an, Soviet mengembangkan peluru dipandu laser untuk untuk 2S4 yang disebut Smel'chak. Amunisi ini  memiliki jangkauan maksimum 5,7 mil. Amunisi inilah yang dilaporkan digunakan untuk menyerang abrik Azovstal.

Tidak diketahui alasan persisnya mengapa Rusia memilih Smel'chaks untuk menggempur  pabrik baja Azovstal. Selama ini Rusia masih mengandalkan  serangan udara untuk menyerang kompleks tersebut selain juga menggunakan pasukan darat.

Namun kompleks itu berada di atas jaringan terowongan labirin yang telah membantu melindungi pasukan dan warga sipil Ukraina dari pemboman ini. Kemampuan amunisi dipandu laser untuk menargetkan titik lemah tertentu atau mungkin mencoba menutup pintu masuk dan keluar terowongan bisa menjadi motif taktis kenapa dia digunakan. 

Posisi pasukan Rusia yang sangat dekat dengan fasilitas itu juga berarti jangkauan terbatas 5,7 mil Tyulpan dengan amunisi ini pada dasarnya tidak menjadi masalah.

Tetapi juga ada kemungkinan lain penggunaan senjata ini karena persediaan amunisi presisi Rusia semakin  berkurang. Sejumlah sanksi  Amerika Serikat dan sekutunya telah mengurangi kemampuan Rusia untuk mengisi kembali senjata, terutama sistem canggih yang memerlukan komponen elektronik khusus. 

Berita Terkait