Rusia Cetak Rekor Baru Kematian COVID-19

13 Oktober 2021 20:30 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Rizky C. Septania

MOSCOW - Rusia mencetak rekor kematian harian terbaru akibat virus corona pada hari Selasa. Negara itu masih berjuang dengan lonjakan infeksi yang cepat dan tingkat vaksinasi yang tertinggal. Meski beigtu, pihak berwenang masih bersikeras bahwa lockdown nasional masih belum dibutuhkan.

Gugus tugas virus corona pemerintah melaporkan 973 kematian, rekor harian tertinggi sejak awal pandemi. Bulan ini Rusia telah berulang kali mencatat rekor kematian harian dan infeksi harian juga mendekati level tertinggi, dengan 28.190 kasus baru yang dilaporkan hari Selasa.

Meskipun jumlah korban meningkat dengan cepat, Kremlin tidak ingin mengadakan lockdown, memfokuskan pada pembuatan keputusan tentang pengetatan pembatasan virus corona kepada otoritas regional.

Lonjakan infeksi telah meningkatkan tekanan besar pada sistem perawatan kesehatan di Rusia, dengan rumah sakit yang cepat terisi. Pada pertemuan Kabinet pada hari Selasa, Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko, mengatakan 11% dari 235.000 pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit Rusia berada dalam kondisi serius atau kritis.

Secara keseluruhan, gugus tugas virus corona Rusia telah mencatat lebih dari 7,8 juta kasus kematian dan 218.345 kematian - jumlah kematian tertinggi di Eropa. Namun badan statistik Rusia, yang juga mencatat kematian di mana penyebab utamanya bukan virus, mencatatkan total yang jauh lebih tinggi - sekitar 418.000 kematian orang dengan COVID-19.

Jika angka tertinggi digunakan, Rusia akan menjadi negara keempat yang terdampak paling parah di dunia selama pandemi setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India. Bahkan dengan angka kematian terendah Rusia hanya akan tergeser ke posisi lima, setelah Meksiko.

Pemerintah Rusia menyalahkan lonjakan infeksi dan kematian yang dimulai bulan lalu pada lambatnya tingkat vaksinasi. Menurut pemerintah pada hari Jumat, hanya 47,8 juta penduduk, atau hampir 33% dari total 146 juta penduduk, telah menerima vaksin virus corona dosis pertama. Sedangkan sekitar 29% atau 42,4 juta penduduk yang sudah menerima vaksin penuh.

Pada pertemuan hari Selasa dengan anggota parlemen Rusia yang baru, Presiden Vladimir Putin menegaskan pentingnya vaksinasi secara menyeluruh dan mendesak anggota parlemen untuk mendorong penduduk untuk mendapatkan vaksin.

"Kita harus dengan sabar dan terus-menerus bekerja dengan orang-orang dan menjelaskan keuntungan profilaksis terhadap penyakit berbahaya itu," kata Putin. Ia juga menegaskan bahwa penduduk harus dibujuk untuk mau mengikuti vaksinasi tanpa menggunakan tekanan administratif.

Di tengah tingginya infeksi, beberapa daerah di Rusia telah membatasi kehadiran di acara-acara besar publik dan membatasi akses ke teater, restoran, dan tempat lain untuk orang yang sudah vaksin, baru sembuh dari COVID-19, atau dites negatif dalam 72 jam sebelumnya.

Tetapi kehidupan tetap berjalan normal di Moskow, St. Petersburg, dan kota-kota lain di Rusia. Sementara bisnis beroperasi seperti biasa dan kewajiban masker mulai dilonggarkan. Di Moskow, pihak berwenang memperluas tes virus corona gratis di pusat perbelanjaan, dengan harapan dapat membantu membendung penularan.

 

Berita Terkait