Rupiah Menguat Saat Cadangan Devisa Turun, Ini Alasannya

09 Agustus 2022 13:01 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah (TrenAsia.com/Ismail Pohan)

JAKARTA - Menurut pantauan perdagangan Bloomberg, Selasa, 9 Agustus 2022, nilai kurs rupiah dibuka menguat 11 poin di level Rp14.865 perdolar Amerika Serikat (AS) meskipun terjadi penurunan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 8 Agustus 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat di level Rp14.876 per dolar AS.

Sementara itu, pada pukul 10.20 WIB, rupiah pun tengah bergerak menguat di level Rp14.861,5 perdolar AS.

Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, rupiah hari ini berpotensi untuk menguat di kisaran Rp14.850-Rp14.900 perdolar AS.

Ibrahim pun mengatakan, pasar terus memantau perkembangan cadangan devisa yang mengalami penurunan pada akhir Juli 2022.

Cadangan devisa tercatat sebesar US$132,2 miliar (Rp1,96 kuadriliun),  berkurang US$4,2 miliar (Rp62,4 triliun) atau turun 3,08% dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Namun, Ibrahim mengatakan bahwa posisi cadangan devisa itu masih relatif tinggi, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia (BI) pun menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang masih terjaga, BI menilai cadangan devisa Indonesia masih memadai.

"Ke depan, banyak pengamat yang memprediksi, cadangan devisa akan berada di kisaran US$130 miliar (Rp1,93 kuadriliun) hingga US$131 miliar (Rp1,94 kuadriliun) di akhir tahun ini. Perkiraan ini karena dari sisi neraca perdagangan Indonesia yang diperkirakan masih surplus sehingga bisa menahan penurunan cadangan devisa lebih dalam lagi," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Selasa, 9 Agustus 2022.

Posisi cadangan devisa pada bulan Agustus pun diperkirakan akan kembali menurun di kisaran US$131 miliar (Rp1,94 kuadriliun). 

Perkembangan itu diprediksi karena masih akan berlanjutnya arus kas keluar karena bank sentral AS alias The Federal Reserve (The Fed) masih berniat untuk menaikkan suku bunga acuannya. 

Berita Terkait