RUN System Resmi Tercatat di Papan Akselerasi BEI dengan Ticker RUNS

08 September 2021 10:22 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Karyawan memperhatikan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Perusahaan rintisan berbasis teknologi (start up) PT Global Sukses Solusi Tbk atau biasa dikenal RUN System resmi tercatat di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham RUNS pada Rabu, 8 September 2021.

RUNS merupakan perusahaan tercatat ke-33 yang tercatat di BEI sepanjang 2021. Fokus di bidang teknologi, RUNS berdiri di Yogyakarta pada tahun 2014 dan mengawali bisnisnya lewat keikutsertaannya dalam Program Indigo Startup Incubator yang diselenggarakan oleh Telkom. 

Dalam tiga tahun, tepatnya pada 2017, RUNS untuk pertama kalinya menerapkan Run System di perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Produk Perseroan pun terus berkembang dengan tambahan produk iKas dan Run iProbe (HR Cloud Platform).

Perusahaan ini menawarkan solusi teknologi yang dapat menyelesaikan masalah global, di mana dapat disesuaikan dengan situasi, kondisi serta budaya perusahaan di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri.

Perusahaan modal ventura dibawah naungan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), MDI Ventures diketahui menjadi salah satu investor utama RUN System. Bahkan, perusahaan telekomunikasi pelat merah ini menjadikan RUN System sebagai salah satu Distribution Partner solusi ERP bagi seluruh pelanggan.

Sebelumnya, perseroan menawarkan 196.800.000 saham baru dengan nilai nominal Rp4 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp254 per lembar. Dengan begitu, perseroan berpotensi meraih dana segar sebanyak Rp49,99 miliar dalam penawaran umum perdananya.

Pada perdagangan perdananya, saham RUNS melonjak 9,45% menyentuh auto reject atas (ARA) ke level Rp278 per lembar dengan total transaksi sebanyak 974 kali. Dengan demikian, saat ini perseroan memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp273,43 miliar.

Berita Terkait