Rumor Merger OVO-DANA Usai Grab Borong Saham Rp4 Triliun, Ini Tanggapan Emtek

April 19, 2021, 10:03 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

JAKARTA – Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa perusahaan raksasa ride-hailing asal Singapura, Grab Holdings Inc memborong saham emiten teknologi dan media milik konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) alias Emtek senilai Rp4 triliun.

Grab dikabarkan membeli saham EMTK melalui perusahaan afiliasinya yakni H Holdings Inc. Melalui perusahaan investasi tersebut, Grab mengempit sekitar 4,6% saham EMTK lewat Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement yang digelar Emtek.

Hal ini sontak menimbukan sinyal terjadinya merger antara kedua perusahaan pembayaran digital milik kedua perusahaan itu, yakni OVO dan DANA. Untuk diketahui, OVO saat ini dimiliki oleh Grab, sedangkan DANA berada di bawah EMTK.

Sekretaris Perusahaan Emtek Titi Maria Rusli tak menampik adanya pembelian saham EMTK yang dilakukan Grab melalui H Holdings Inc. Ia bilang, pihaknya bersama Grab telah banyak berinvestasi dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia.

Bahkan, Titi mengungkapkan sebelum adanya aksi borong saham EMTK, kedua perusaahan telah beberapa kali berdiskusi untuk mengembangkan peluang bisnis baru. Terutama pada sektor digital, media, dan layanan kesehatan.

“Ketika perseroan memutuskan untuk melakukan penerbitan saham guna mendapatkan tambahan modal, Grab menyatakan minatnya untuk berpartisipasi, yang pada akhirnya direalisasikan melalui investasi oleh H Holdings Inc,” ujarnya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 19 April 2021.

Namun, Titi membantah adanya rencana merger antara DANA dan OVO. Menurutnya hal ini tak lebih dari sekedar spekulasi pasar.

“Investasi yang dilakukan H Holdings Inc pada perseroan tidak ada hubungannya dengan berita penggabungan kedua perusahaan pembayaran tersebut,” tegasnya.

Kendati demikian, ia berharap hubungan Emtek dan Grab menjadi lebih erat pascaaksi private placement tersebut. Titi juga menyiratkan bahwa penggabungan OVO dan DANA mungkin saja dapat terjadi dikemudian hari.

“Hubungan yang lebih erat antara Grab dan perseroan dapat menciptakan peluang berinvestasi pada bisnis yang ada saat ini, serta bisnis baru yang bersinggungan dengan kepentingan perseroan dan Grab,” pungkasnya. (LRD)