Rumor Dapat Tawaran Rp1,2 Triliun, Lisa Blackpink Bakal Hengkang dari YG Entertainment?

25 Januari 2023 15:46 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Laila Ramdhini

SEOUL - Member girl band populer, Lisa Blackpink dirumorkan tengah mendapat tawaran sebesar 100 miliar won atau sekitar Rp 1,2 triliun (asumsi kurs Rp120 per won Korea). Tawaran tersebut diberikan sebagai iming-iming pada Lisa agar ia pindah agensi dari YG Entertainment setelah kontraknya habis.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, kontrak untuk para member Blackpink akan habis pada Agustus 2023. Sedangkan idol berdarah Thailand ini belum diketahui akan memperpanjang kontrak atau tidak.

Mengutip Munhwa Ilbo Rabu, 25 Januari 2023, tidak mudah bagi YG Entertainment untuk mempertahankan Lisa. Pasalnya, Lisa sudah banyak mendapatkan tawaran untuk berganti label.

Alhasil, untuk membuat idola bernama panjang Lalisa Manoban ini tetap tinggal, YG Entertainment harus menawarkan uang lebih banyak. 

Menurut informasi dari orang dalam agensi, YG Entertainment harus menawarkan setidaknya sekitar 20 miliar won atau Rp244 miliar per anggota agar tetap bertahan di agensi mereka.

Sebagai cadangan jika nantinya Blackpink tak memperpanjang kontrak, YG Entertainment telah merilis girl grup K-pop baru yakni Baby Monster.

Sekadar Informasi, Blackpink  sendiri debut di bawah naungan YG Entertainment pada 2016. Selama enam tahun kariernya, mereka baru merilis 2 album penuh.

Sebelumnya, pada akhir tahun lalu sempat beredar isu bahwa Blackpink akan hengkang dari YG Entertainment dan bergabung dengan The Black Label. Kabar tersebut muncul usai aktor Kang Dong-won, penyanyi Taeyang dan Daesung BIGBANG hengkang dari YG.

Namun kabar tersebut belum terbukti. Sebab Blackpink masih menjalani jadwal tur konser dunia bertajuk BORN PINK hingga akhir bulan Juni mendatang.

Meskipun beredar kabar bahwa Blackpink akan  seperti pendahulunya, 2Ne1 atau mungkin berpindah label, hal tersebut tak akan terjadi hanya karena tawaran uang. Namun, terkait rumor yang beredar,  pihak YG Entertainment masih memilih untuk bungkam.

Berita Terkait