Rumor Blibli Bakal Akuisisi Erajaya (ERAA), Bagaimana Prospeknya?

20 September 2021 18:24 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

undefined

JAKARTA – Setelah dikabarkan bakal mengakuisisi mayoritas saham pengelola Ranch Market, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), e-commerce milik Grup Djarum, PT Global Digital Niaga alias Blibli berencana mencaplok emiten distributor alat elektronik, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Berdasarkan rumor yang beredar di pasar, kedua pihak tengah melakukan negosiasi terkait potensi akuisisi dengan rentang harga Rp800 – Rp850 per lembar. Grup Djarum turut menawar saham ERAA pada kisaran 14x price earning to ratio (PER).

Analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dan Michael Setjoadi, menilai sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Blibli akan diuntungkan dengan kehadiran ERAA yang memiliki 1.067 gerai ritel nasional untuk memperkuat jaringannya. 

“Kerja sama dengan RANC dan ERAA seharusnya memberikan ekosistem yang lebih lengkap bagi Blibli, di mana perusahaan ini menempati peringkat kelima dalam bisnis e-commerce berdasarkan jumlah kunjungan bulanan,” tulis riset yang diterima TrenAsia.com, Senin, 20 September 2021.

Selain itu, Vanessa dan Michael berpendapat akuisisi ERAA dan RANC akan membantu meningkatkan jumlah aset dengan cepat di tengah rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) Blibli di tahun depan.

Untuk Erajaya, momentum ini akan membantu nilai perseroan. Menurut RHB Sekuritas, Blibli dapat menawarkan produk-produk resmi sesuai dengan profil ERAA yang tetap menjadi pemain smartphone resmi terkemuka dan perangkat IT terkait di Indonesia. 

Lebih lanjut, penjualan online produk Erajaya akan semakin meningkat pascaaksi korporasi tersebut. Pasalnya, kategori produk elektronik menempati peringkat kedua dalam pembelanjaan e-commerce Indonesia, berdasarkan data HootSuite.

“Sedangkan, saat ini penjulan online ERAA kurang dari 10 persen dari total penjualan,” tambahnya.

Dari sisi valuasi, saat ini saham ERAA diperdagangkan sebesar 8 – 9 kali dari price to earning ratio (P/E), lebih rendah dari harga penawaran Grup Djarum dengan kelipatan 14x. Sehingga RHB merekomendasikan beli untuk saham ERAA dengan target price Rp1.000 per lembar.

Hingga artikel ini diterbitkan, Head of Public Relations Blibli, Yolanda Nainggolan belum menanggapi konfirmasi terkait rumor tersebut.

Berita Terkait