Rumor Akuisisi CENT, Digital Colony Malah Borong 4.000 Menara BTS Indosat Rp10,8 Triliun

30 Maret 2021 16:12 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Ilustrasi mena

JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) dikabarkan segera merampungkan kesepakatan terkait penjualan 4.000 menara telekomunikasi ke perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Digital Colony.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa 30 Maret 2021, diungkapkan keduanya tengah menjalankan proses transaksi yang akan diumumkan paling cepat pada pekan ini. Adapun mahar atas penjualan menara ini sebesar US$700 juta atau sekitar Rp10,08 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS).

Dalam laporan tersebut juga dinyatakan bahwa Digital Colony akan membeli aset menara tersebut melalui Edgepoint Infrastructure, sebuah kemitraan yang dibentuk oleh mantan CEO Grup Edotco Sdn yang berbasis di Malaysia, Suresh Sidhu.

Namun, berdasarkan sumber yang mengetahui hal ini menyebut proses tersebut belum mencapai kesepakatan. Di sisi lain, pejabat Edgepoint menolak menanggapi rumor ini, sementara perwakilan Digital Colony dan induk usaha Indosat, yakni QPSC Ooredoo belum memberikan komentar saat dikonfirmasi.

Infrastruktur digital, termasuk menara telekomunikasi, pusat data  dan fiber, telah menjadi pilihan investasi utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.

Digital Colony telah menjadi pemain aktif dalam konsolidasi infrastruktur telekomunikasi di Asia. Sedangkan, Edgepoint diperkirakan memiliki 20.000 – 50.000 menara dalam lima hingga tujuh tahun ke depan.

Akuisisi CENT
Lambang PT Indosat Tbk. / Facebook @IndosatOoredoo

Sementara itu, Digital Colony sebelumnya dikabarkan bakal mengakuisisi 41,8% kepemilikan saham PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) dari Northstar Advisors Pte asal Singapura.

Rumor itu berhembus saat keduanya diketahui tengah melakukan pembicaraan serius terkait pengambilahan saham pada September 2020.

Kepemilikan Northstar Advisors di CENT melalui anak usahanya Clover Universal Enterprise Ltd. Perusahaan ini mengempit sekitar 13,04 miliar saham di CENT dan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan menara tersebut.

Ooredoo Qatar yang merupakan pemegang 65% saham di Indosat juga sempat melakukan pembicaraan dengan induk PT Hutchison 3 Indonesia, CK Hutchison Holdings Ltd pada Desember 2020.

Keduanya membicarakan soal rencana konsolidasi bisnis telepon seluler yang diperkirakan bakal mengambil alih kompetisi pasar Asia Tenggara.

Diberitakan sebelumnya, Chief Legal & Regulatory Officer as Acting Corporate Secretary Indosat Natasha Nababan mengatakan pada 17 Februari 2021, perseroan akan menjajaki penjualan sebanyak kurang lebih 4.000 menara telekomunikasi.

Pada saat itu, belum diketahui siapa pihak pembeli dalam transaksi tersebut. Pada 14 Oktober 2019, Indosat juga menjual 2.100 menara BTS kepada anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan nilai lebih dari Rp4,44 triliun.

Secara keseluruhan, saat itu Indosat menjual 3.100 menara BTS kepada anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) milik Grup Djarum dan Telkom Indonesia dengan nilai Rp6,39 triliun. Per akhir 2019, Indosat masih memiliki 5.000 menara telekomunikasi. (SKO)

Berita Terkait