Rugi Bank Neo Commerce (BBYB) Menyusut 1,7 Persen pada Kuartal III-2022

27 Oktober 2022 07:14 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Bank Neo Commerce di kawasan ITC Fatmawati Jakarta Selatan. (TrenAsia/Panji Asmoro)

JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk (kode saham: BBYB) mencatat laba sebesar Rp10,1 miliar pada kuartal III-2022 sehingga kerugian perseroan pun terpangkas sekitar 1,7%.

Pada kuartal sebelumnya, kerugian Bank Neo Commerce berada di angka Rp611,44 miliar. Angka itu menyusut ke sekitar Rp601,17 miliar pada akhir kuartal III-2022.

Walau demikian, jika dihitung secara tahunan, kerugian Bank Neo Commerce tercatat mengalami kenaikan 127% dari Rp264,74 miliar pada kuartal III-2021.

Sementara itu, pendapatan bank di luar pendapatan dari bunga kredit atau fee based income Neo Commerce naik 342,03$ menjadi Rp254,14 miliar dari Rp57,49 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit Bank Neo Commerce pun mengalami kenaikan 131,77% secara tahunan dari Rp3,84 triliun menjadi Rp8,9 triliun.

Kenaikan total kredit itu pun mendongkrak pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Neo Commerce sebesar 350,78% menjadi Rp1,09 kuadriliun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu di angka Rp241,8 miliar.

Dibandingkan posisi September 2021, rasio beban operasional perseroan turun 17% dari 147,9% pada kuartal III-2021 menjadi 130,9% pada kuartal III-2022.

Per akhir September 2022, Bank Neo Commerce juga mencatat kenaikan aset 98,75% secara tahunan ke angka Rp15,9 triliun dibandinkan akhir September 2021 di angka Rp8,1 triliun.

Total dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan 88,9% dari Rp6,67 triliun pada kuartal III-2021 menjadi Rp12,6 triliun pada kuartal III-2022.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengungkapkan bahwa saat ini, pihaknya tengah menjalani proses pelaksanaan right issue yang dipastikan akan rampung pada kuartal IV-2022.

"Saya percaya bahwa semua pencapaian kami sejauh ini menjadi bukti nyata bahwa fundamental bisnis dan keuangan BNC semakin kuat dari waktu ke waktu," tutur Tjandra melalui keterangan tertulis yang diterima TrenAsia, Rabu, 26 Oktober 2022.

Sebagai informasi, Bank Neo Commerce yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bakti adalah bank nasional yang telah berdiri selama 32 tahun.

Pada tahun 2020, perusahaan bertransformasi menjadi bank digital dengan memberikan berbagai layanan keuangan, baik untuk kebutuhan komersial, konsumer, hingga ritel. 

Berita Terkait