Rokok Gudang Garam Milik Orang Paling Tajir di Jatim Raup Revenue Rp27,2 Triliun

April 29, 2020, 10:30 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Logo rokok Gudang Garam. / Facebook @GG.Kediri

Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) milik konglomerat terkaya di Jawa Timur dan paling tajir ke-4 di Indonesia versi majalah Forbes, Susilo Wonowidjojo meraup pendapatan Rp27,26 triliun hanya dalam waktu tiga bulan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 29 April 2020, disebutkan kenaikan pendapatan Gudang Garam pada kuartal I-2020 mencapai 4,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari kuartal I-2019 senilai Rp26,20 triliun.

Kenaikan pendapatan perseroan disumbang oleh penjualan di pasar domestik senilai Rp26,93 triliun. Penjualan di pasar domestik ini tumbuh dari Rp25,65 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Sebaliknya, emiten bersandi saham GGRM itu mencatat ada penurunan penjualan ekspor sebesar 40,52% yoy menjadi Rp325,25 miliar. Selain itu, biaya pokok penjualan juga naik menjadi Rp22,31 triliun dari sebelumnya Rp21,27 triliun pada kuartal I-2019.

Laba kotor yang diperoleh Gudang Garam naik tipis dari Rp4,91 triliun menjadi Rp4,94 triliun. Sehingga, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik tipis 3,86% dari Rp2,35 triliun menjadi Rp2,44 triliun pada kuartal I-2020.

Sementara, manajemen GGRM mencatat laba per saham (earning per share/EPS) naik dari Rp1.224 per saham menjadi Rp1.272 per saham. Kas dan setara kas akhir periode Rp3,06 triliun dari sebelumnya Rp1,69 triliun.

Hingga 31 Maret 2020, total aset GGRM turun dari Rp78,64 triliun menjadi Rp76,82 triliun pada periode Januari-Maret tahun ini.

Adapun, total liabilitas Gudang Garam menyusut dari Rp27,71 triliun menjadi Rp23,45 triliun, dengan ekuitas Rp76,82 triliun.

Sebagai informasi, Gudang Garam dimiliki oleh konglomerat Susilo Wonowidjojo dan keluarga. Menurut Forbes, keluarga Susilo merupakan orang terkaya ke-4 di Indonesia pada 2019. Kekayaannya ditaksir mencapai US$6,6 miliar setara Rp105,6 triliun.

Pada perdagangan Rabu, 29 April 2020, saham GGRM naik 2,16% sebesar 950 poin ke level Rp45.000 per lembar. Kapitalisasi pasar saham GGRM mencapai Rp86,58 triliun dengan imbal hasil negatif 44,08% selama setahun terakhir. (SKO)