Riset Inventure: Dari MS Glow hingga Ajaib, Inilah Jawara Brand Lokal di Masa Pandemi

03 November 2021 15:22 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Sukirno

Mulai pertengahan 2021 ini, Pevita Pearce dan Iqbaal Ramadhan menjadi brand ambassador platform investasi Indonesia, Ajaib. (Foto: Ajaib Group)

JAKARTA – Riset Inventure melaporkan, sejumlah merek (brand) lokal menjadi primadona selama pandemi COVID-19. 

Fenomena ini merupakan dampak dari Triple disruption yang telah berlangsung, yaitu digital disruption, millennial disruption, dan pandemic disruption. Tidak saja memakan banyak korban (merek yang tumbang), tapi juga melahirkan para pandemic winner, pemenang era pandemi.

“Para millennial brands ini besar kemungkinan akan semakin mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia ke depannya. Mereka piawai melakukan digitization dan adaptation yang sangat diperlukan di tengah perkembangan teknologi digital yang demikian cepat dna melekat dalam kehidupan kita,” kata Yuswohady, Managing Partner Inventure dalam keterangan resmi, dikutip Rabu 3 November 2021.

Para pandemic winner ini bukan hanya mampu survive, tapi juga tumbuh mengesankan. Mereka tidak terpengaruh situasi dan kondisi yang tidak kondusif akibat disrupsi yang ada, terutama disrupsi pandemi yang membuat bisnis menciut karena aneka pembatasan seperti social distancing.

Alhasil, beberapa brand yang tumbuh ini tampak menjadi brand-brand yang seksi di masa pandemi. Yang bisa disebut di sini diantaranya MS Glow. Perusahaan kosmetik (skincare, bodycare, dan kosmetik) ini terus tumbuh.

Lalu ada Elemen Bike yang penjulannya melejit mendekati Rp1 triliun pada 2020. Begitu juga SiCepat. Jumlah paket yang di antarnya kini mencapai 2,8 juta per hari, naik dari 2020 (1 juta paket). 

Kemudian, ada Ajaib Sekuritas, yang di usianya yang baru menginjak 3 tahun, baru saja menyandang status unicorn setelah di awal Oktober meraih suntikan dana Rp2,2 triliun. 

Di luar itu, pastinya masih banyak perusahaan yang juga tumbuh mengesankan seperti Sociolla dan RANS. 

“Tentu saja brand-brand lokal yang seksi ini mengembangkan strateginya masing-masing sehingga bisa melewati triple disruptions,” ujar Yuswohadi.

Namun pertumbuhan pesat mereka di era pandemi tak terlepas dari kemampuan mereka berhasil melakukan “riding the disruption wave” (berselancar di atas disrupsi).   

Ciri khas para penunggang yang sukses berselancar di atas triple disruptions ini adalah pola pikir dan perilaku para founder serta pengelolanya yang digital minded dan digital savvy. Mereka lincah memanfaatkan teknologi digital serta preferensi milenial. 

Karena lahir serta dibesarkan di tengah gonjang-ganjing disrupsi, mindset dan DNA-nya adalah cepat mengadopsi kemajuan digital seperti menerapkan omnichannel dalam strategi bisnisnya. Tak heran jika mereka lebih resilien dan lebih piawai mengelola disrupsi sehingga produk serta mereknya berkembang dalam 5 tahun terakhir. 

Berita Terkait