Riset: Bekerja Selama 4 Hari dan 3 Hari Libur Bisa Tingkatkan Produktivitas

24 September 2022 18:58 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Drean Muhyil Ihsan

Work (https://img.freepik.com/free-photo/side-view-cropped-unrecognizable-business-people-working-common-desk_1098-20474.jpg?w=2000)

JAKARTA - Pada bulan Juni 2022 lalu ada 70 lebih perusahaan di Inggris dengan lebih dari 3.300 pekerja mengikuti ujicoba 4 hari kerja dan 3 hari libur. Hasilnya, menunjukkan 95% perusahaan melihat produktivitas pekerja tetap sama cenderung meningkat.

Ketua pelaksana dari organisasi 4 Week Global, Joe O'Connor mengungkapkan bahwa dengan adanya inisiatif ini pekerja telah diuntungkan dari biaya perjalanan.

"Para pekerja lebih diuntungkan dari biaya perjalanan serta orang tua dan anak bisa berhemat sampai US$3,6 ribu atau setara dengan Rp54,08 juta per tahun," kata Joe dalam laporan 4 Week Global, Jumat 23 September 2022.

Ia menambahkan setelah diterapkan di beberapa perusahaan di Inggris, banyak hasil yang cukup menjanjikan.

Dalam survei yang diisi oleh 41 perusahaan dari 73 perusahaan yang berpartisipasi, sebanyak 86% mengatakan mereka akan mempertahankan 4 hari kerja dan 3 hari libur setelah uji coba selesai. Sebagian perusahaan mengatakan jika kebijakan ini berjalan lancar.

Meskipun di tengah catatan impresif itu, masih ada beberapa perusahaan yang sulit untuk menerapkan 4 hari kerja.

"Kami mengerti bahwa ada sebagian besar yang bisa menerapkannya ada yang tidak. Ada beberapa hal yang bisa dipahami, termasuk dengan banyak perusahaan yang sudah memiliki praktik, sistem atau budaya yang relatif tetap," tambah Joe O'Connor.

Sebelumnya praktik ini juga sudah dilakukan bersama dengan Autonomy, lembaga peneliti dari Universitas Cambridge dan Oxford.

Direktur Penelitian Autonomy, Will Stronge, mengatakan bahwa bekerja selama empat hari dalam seminggu bisa memerankan peran penting kedepannya.

"Seminggu bekerja empat hari dengan mendapatkan besaran gaji yang sama dapat memainkan peran penting dalam mendukung pekerja memenuhi kebutuhan selama beberapa tahun mendatang," kata Will. 

Berita Terkait