Rilis Obligasi Rp1 Triliun, Medco Energi Lirik Opsi Akuisisi?

03 September 2021 10:25 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Sukirno

Perusahaan minyak dan gas (migas) milik konglomerat Arifin Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) / Facebook @medcoenergi

JAKARTA – Emiten migas milik konglomerat Arifin Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), merilis Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2021 senilai Rp1 triliun yang dibagi ke dua seri, yaitu Seri A dan Seri B.

Dalam prospektus singkatnya yang dikutip Jumat, 3 September 2021, obligasi Seri A berjangka waktu 36 bulan sejak tanggal emisi dan obligasi Seri B berjangka 60 bulan setelah emisi. Jatuh temponya adalah 9 September 2024 untuk Seri A dan 9 September 2026 untuk Seri B.

Obligasi Seri A memiliki nilai Rp400 miliar dengan bunga obligasi 7,75% per tahun dan obligasi Seri B memiliki nilai sebesar Rp600 miliar dengan bunga obligasi 8,5%. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan (kuartal) dengan bunga pertama dibayarkan pada 9 Desember 2021.

Dalam keterbukaan informasi terpisah, MEDC menjelaskan penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal perusahaan dan/atau anak usaha perusahaan, termasuk untuk akuisisi perusahaan lain yang sejalan dengan kegiatan usaha perusahaan.

Dana obligasi juga dapat digunakan untuk melakukan pelunasan atas utang-utang perusahaan serta diharapkan memperpanjang profil jatuh tempo perseroan. Selain itu, perusahaan juga dapat menjaga likuiditasnya dengan skema pembayaran surat utang pada akhir jatuh tempo (bullet payment).

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ untuk obligasi berkelanjutan tahap IV MEDC ini. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah ditunjuk sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi ini.

Penawaran umum obligasi dilakukan pada 2-6 September 2021 dengan tanggal penjatahan 7 September 2021. Tanggal distribusi obligasi secara elektronik (tanggal emisi) ditetapkan pada 9 September 2021 dengan tanggal pencatatan di BEI pada 10 September 2021. 

Ada tiga penjamin pelaksana obligasi ini, yaitu PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). DBS mendapat alokasi nilai obligasi 25,8%, Mandiri 51,3%, dan Trimegah 22,9%.

Berita Terkait