Rights Issue, Adhi Karya (ADHI) Terima Setoran Modal Pemerintah Rp1,97 Triliun

31 Oktober 2022 10:35 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Ananda Astri Dianka

Adhi Karya (TrenAsia)

JAKARTA - Emiten karya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah menerima setoran modal pemerintah secara penuh senilai Rp1,97 triliun pada hari pertama rights issue, Jumat, 28 Oktober 2022.

Corporate Secretary ADHI Farid Budiyanto mengatakan, setoran modal ini menunjukan dukungan dan kepercayaan pemerintah dalam rangka pengembangan bisnis ADHI khususnya untuk pembangunan proyek-proyek strategis nasional.

"Proyek strategis nasional yang perseroan kerjakan antara lain tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, proyek tol Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian-Serpong (Timur)," kata Farid dalam keterbukaan informasi, Senin, 31 Oktober 2022.

Ia melanjutkan, adapun proses perdagangan rights issue ADHI berlangsung mulai 28 Oktober hingga 8 November 2022.

Selain pemerintah, diharapkan pemegang saham publik ADHI yang memiliki hak untuk memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dapat melakukan penebusan haknya dengan rasio saham 10.000.000 : 19.780.000.

Apabila porsi publik terserap sepenuhnya, ADHI dapat memperoleh total dana dari rights issue sebesar Rp3,8 triliun yang penggunaannya selain untuk pengembangan ketiga proyek strategis nasional tersebut, juga akan dipergunakan untuk proyek preservasi infrastruktur yang lain.

Di antaranya jalan lintas timur Sumatera Selatan, jalan tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami, dan pengembangan bisnis berbasis lingkungan berupa fasilitas pengolahan limbah terpadu (FPLT) di kawasan industri Medan.

Sementara itu, aksi rights issue ini seluruhnya digunakan untuk pengembangan bisnis sekaligus memperkuat struktur permodalan ADHI.

Sehingga setelah rights issue ditargetkan akan terjadi peningkatan perolehan kontrak baru, memperbesar potensi recurring income dan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, berikut jadwal rights issue ADHI:

- Perdagangan HMETD: 28 Oktober - 8 November 2022 
- Pelaksanaan HMETD: 28 Oktober - 8 November 2022
- Akhir pembayaran pesanan efek tambahan: 10 November 2022 
- Periode penyerahan efek: 1 November - 10 November 2022
- Penjatahan: 11 November 2022
- Pengembalian kelebihan uang pesanan: 15 November 2022 

Berita Terkait