Review Pasar Modal Sepekan: IHSG Koreksi Tipis, Frekuensi Transaksi Tumbuh 5,94 Persen

15 Januari 2022 17:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Karyawan beraktifitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Januari 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis sekitar 0,12% selama sepekan perdagangan (10 – 14 Januari 2022) dari posisi 6.701,32 ke level 6.693,40 pada penutupan akhir pekan ini.

Sementara itu, hasil rekapitulasi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode yang sama menunjukan peningkatan rata-rata frekuensi transaksi Bursa selama sebesar 5,94% menjadi 1.365.875 transaksi dari 1.289.266 transaksi selama sepekan yang lalu.

Di sisi lain, perubahan sebesar 0,87% terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa menjadi Rp8.360,74 triliun dari Rp8.433,79 triliun pada pekan lalu. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian Bursa anjlok 7,87% menjadi 18,761 miliar saham dari 20,364 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

Pada akhir sesi perdagangan Jumat, 14 Januari 2022, rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami penurunan yang cukup dalam, yaitu sebesar 13,09% dari Rp13,27 triliun pada pekan lalu, berbanding Rp11,53 triliun pada pekan ini.

Selanjutnya, investor asing pada akhir pekan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp145,70 miliar. Adapun sepanjang tahun 2022 investor asing telah mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,76 triliun.

Mengawali pekan perdagangan, PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) resmi menjadi perusahaan tercatat kedua di BEI pada tahun 2022, yang tercatat pada Papan Pengembangan. SEMA bergerak pada sektor energi dengan sub sektor energi alternatif.

Pada Kamis, 13 Januari 2022, PT Hutama Karya (Persero) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Hutama Karya Tahap II Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Hutama Karya Tahap II Tahun 2022.

Nilai obligasi yang dicatatkan sebesar Rp1 triliun dan sukuk sebesar Rp313 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk obligasi dan idAsy (Single A Syariah) untuk Sukuk. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.

Berita Terkait