Resmikan Jalan Tol Pertama di Kalimantan, Jokowi Mau Pembangunan Keluar Jawa-Sumatra

24 Agustus 2021 20:05 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) Seksi I dan Seksi V pada Selasa, 24 Agustus 2021. (Dok. Kementerian PUPR)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda  (Balsam) Seksi I dan Seksi V pada Selasa, 24 Agustus 2021. Dengan diresmikannya dua seksi tersebut, maka jalan tol tersebut telah tersambung dan beroperasi penuh sebanyak 5 seksi.

"Alhamdulillah hari ini telah selesai seluruh ruas Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 97,3 kilometer telah tuntas dikerjakan. Ini juga menjadi sejarah karena jalan tol ini yang pertama di Pulau Kalimantan," kata Presiden Jokowi, dalam peresmian Tol Balikpapan-Samarinda, secara virtual, Selasa, 24 Agustus 2021.

Presiden mengatakan rampungnya jalan tol ini merupakan capaian yang patut disyukuri. Sebab, hal ini menandakan pembangunan infrastruktur tidak terpusat hanya di Jawa dan Sumatra saja, tetapi juga merata ke pulau-pulau yang lain.

"Kita harapkan dengan adanya jalan tol ini akan menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan juga perbaikan jaringan logistik kita agar lebih baik, lebih efisien, dan lebih cepat," ujar Jokowi.

Peningkatan Ekonomi

Dengan jaringan logistik yang lebih baik, pemerintah akan memperbaiki daya saing terutama komoditas-komoditas yang diproduksi di Kalimantan Timur.

"Dengan akses semakin lancar untuk menurunkan biaya logistik, tentu saja produk-produk ekspor dari Kalimantan Timur akan memiliki daya saing tinggi. Sehingga menjadikan ekonomi di Kalimantan Timur semakin efisien dan kompetitif," ujarnya.

Dengan telah beroperasinya seksi II, III, dan IV sejak diresmikan pada Desember 2019 lalu, tercatat rata-rata harian lalu lintas kendaraan yang lewat mencapai sekitar 4.000-5.000 kendaraan per hari. Diharapkan dengan tersambungnya jalan tol ini bisa meningkat menjadi 11.000 kendaraan per hari.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, Jalan Tol Balsam diharapkan dapat menjadi tulang punggung yang menciptakan kawasan perekonomian baru di Pulau Kalimantan dengan memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antar Balikpapan-Samarinda dari semula sekitar 3 jam, menjadi hanya sekitar 1,5 jam.  

Jalan tol Balsam dibangun sejak November 2016  terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan – Samboja (21,66 km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,98 km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,30 km), Seksi IV Palaran – Samarinda (16,59 km), dan Seksi V ruas Balikpapan - Manggar (10,74 km).

Dari lima seksi, pemerintah memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut dengan biaya konstruksi Rp4,38 triliun. Sedangkan untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasa Marga Balikpapan-Samarinda dengan nilai investasi Rp11,89 triliun.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, dengan telah tersambung seluruhnya Jalan Tol Balsam diharapkan mampu memberikan kelayakan usaha yang lebih baik sehingga keberlanjutan investasi di jalan tol bisa terus dilakukan.

Berita Terkait