Resmikan Holding BUMN Pariwisata di Mandalika, Ini Perintah Jokowi ke Erick

14 Januari 2022 06:03 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Presiden Joko Widodo meresmikan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pariwisata di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 13 Januari 2022. (Kementerian BUMN)

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meresmikan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pariwisata di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 13 Januari 2022.

Holding BUMN Pariwisata terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero). Holding ini dipimpin oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan pentingnya pembentukan induk perusahaan pada BUMN pariwisata mengingat potensi industri pariwisata Indonesia yang begitu ini akan menjadi titik balik untuk melakukan transformasi ekosistem pariwisata.

“Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik balik untuk melakukan sebuah lompatan, momentum untuk melakukan penataan, momentum untuk melakukan transformasi, membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh," katanya.

Kepala Negara meyakini bahwa pengelolaan pariwisata Indonesia akan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir dengan adanya holding ini.

"Mulai penataan rute penerbangan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi, sampai ke penjualan ritel-ritel suvenir dari para pengrajin kita yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik," imbuhnya.

Perintah Jokowi ke Erick

Tidak lupa Jokowi menekankan bahwa berbagai kendala yang dapat menghambat kemajuan sektor pariwisata harus segera diselesaikan, salah satunya dalam hal tata kelola perusahaan BUMN di bidang pariwisata.

Dia memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir agar segera menyelesaikan masalah konektivitas, hambatan infrastruktur di mana titik-titik yang memerlukan suntikan infrastruktur perlu menjadi perhatian.

"Begitu juga hambatan lainnya termasuk dalam hal tata kelola dan manajemen BUMN-BUMN pariwisata agar ini tidak menggerus kesempatan kita untuk melompat," katanya.

Jokowi mengatakan bahwa penataan dan konsolidasi BUMN pariwisata merupakan salah satu hal penting. Menurutnya, BUMN dalam sektor tersebut memiliki banyak anak perusahaan yang seharusnya dapat terintegrasi satu sama lain.

"Kalau ini nanti kita konsolidasikan dan holding, ini akan menjadi sebuah kekuatan besar. Karena kecil, kecil, kecil, tadi berjalan sendiri tidak terintegrasi, tidak terhubung satu sama yang lain karena memang sudah jalan sendiri-sendiri," tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi kembali mengingatkan bahwa pembentukan holding ini harus menjadikan holding BUMN pariwisata dan pendukung menjadi lebih gesit, lincah, dan profesional. Menurutnya, hal tersebut merupakan kunci dari manajemen tata kelola yang lebih efisien dan sederhana.

"Jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru," tandasnya.

Berita Terkait