Resmi Tersangka Penipuan, Begini Profil CEO Jouska Aakar Abyasa

12 Oktober 2021 11:03 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Sukirno

Resmi Tersangka Penipuan, Begini Profil CEO Jouska Aakar Abyasa / Facebook @JouskaIndonesia (Facebook @JouskaIndonesia)

JAKARTA – Nama CEO dan Founder PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno kembali muncul setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittpideksus) Bareskrim Polri atas kasus penipuan, penggelapan, kejahatan pasar modal, sampai pencucian uang.

Menilik ke belakang, Aakar dan perusahaannya, Jouska resmi ditutup setelah menjadi sorotan publik atas kasus pengelolaan dana investasi yang diklaim oleh para klien, tidak sesuai dengan kesepakatan.

Asal usulnya, pria asal Banyuwangi yang lahir pada 17 Desember 1985 ini merupakan mantan karyawan di sebuah perusahaan financial advisor atau penasihat keuangan.

Kemudian, pada tahun 2017, Aakar bersama rekannya, Indah Hapsari dan Farah Dini resmi mendirikan Jouska sebagai perusahaan perencanaan keuangan independen. Perusahaan ini juga diketahui pernah mendapat kesempatan untuk membuka perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Juli 2019.

Dalam melakukan promosi dan penawaran, Jouska menggunakan akun Instagram dengan pengikut mencapai 758.000 dan lebih dari 2.000 orang menjadi kliennya.

Biaya layanan Jouska dibanderol Rp12 juta dalam satu tahun, mencakup fitur manajemen keuangan, alokasi aset, pembayaran utang, ulasan cicilan rumah, serta investasi. Sementara itu, apabila klien menginginkan pertemuan langsung, tarif yang dikenakan sebesar Rp1 juta per jam.

Ditutup Satgas Investasi

Chief Executive Officer (CEO) dan Founder PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno saat pembukaan perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia. / Facebook @JouskaIndonesia

Pada Jumat, 24 Juli 2020, Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk menghentikan operasional Jouska dan dua perusahaan mitra, PT Mahesa Strategis Indonesia serta PT Amarta Investa Indonesia (Amarta Investa).

Penghentian tersebut dilakukan lantaran ketiganya diduga telah bertindak sebagai perusahaan penasihat keuangan, sekuritas, dan manajer investasi (MI) tanpa izin.

Berdasarkan penelusuran Satgas Waspada Investasi OJK dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kepemilikan izin Jouska bukan merupakan izin financial planner atau financial advisor, melaikan izin jasa pendidikan lainnya.

“Dicek dari BKPM, izinnya adalah izin jasa pendidikan lainnya, bukan financial planner atau financial advisor. Kegiatan perusahaan ini juga mengarah ke penasihat investasi yang juga tidak berizin OJK,” ungkap keterangan dari salah satu sumber OJK di Jakarta.

Menurut dokumen resmi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Aakar juga terungkap memiliki kepemilikan saham mayoritas di Amarta Investa sebanyak 216 lembar setara Rp216 juta.

Pemegang saham lain di Amarta Investa, yakni Anwar Syarif dengan kepemilikan 39 saham setara Rp39 juta. Kemudian, Tias Nugraha selaku Direktur Amarta Investa, memiliki 45 saham setara Rp45 juta.

Jouska dalam hal ini, diduga mengarahkan klien untuk menandatangani kontrak pengelolaan rekening dana investor (RDI) dengan Amarta Investa. 

Berita Terkait