Resmi Diluncurkan Apple, Aturan Privasi iOS 14.5 Justru Dinilai Kontroversial

27 April 2021 20:40 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

iPhone 12 dan iPhone 12 mini / iBox.co.id

JAKARTA – Apple iOS 14.5 sekarang sudah tersedia untuk diunduh dari Apple. Pembaruan tersebut menghadirkan berbagai fitur, termasuk kemampuan untuk membuka kunci iPhone menggunakan Apple Watch saat mengenakan masker, dan opsi agar Siri dapat memutar musik dari layanan lain. Tetapi yang paling kontroversial adalah pengenalan Transparansi Pelacakan Aplikasi, atau (App Tracking Transparency) ATT.

Dikutip dari The Independent, pembaruan tersebut mengubah informasi yang dapat dikumpulkan oleh pengembang dan pengiklan tentang pengguna saat mereka berpindah di antara aplikasi yang berbeda di smartphone. Ini adalah perubahan yang telah menempatkan Apple dalam konflik dengan pengembang seperti Facebook dan tampaknya akan mengubah bisnis pengiklan dan hubungan konsumen dengan mereka.

Sebelum adanya pembaruan ini, aktivitas pengguna dapat dilacak menggunakan kode unik di setiap ponsel, yang dapat dilihat saat berpindah di antara berbagai aplikasi dan diikat kembali ke satu perangkat itu. Sekarang, pengembang harus secara eksplisit meminta izin kepada pengguna untuk melakukan itu, dan sebagian besar pengguna akan menolak.

Setelah perubahan berlaku, membuka aplikasi seperti Facebook akan menampilkan permintaan bahwa Facebook ingin melacak Anda di berbagai aplikasi dan situs web. Pengguna nantinya bisa memilih, apakah aplikasi tersebut bisa melacaknya atau tidak.

Perangkat lunak ini juga memiliki opsi dalam pengaturan yang memungkinkan pengguna berhenti mengizinkan aplikasi apapun bahkan untuk meminta izin pelacakan. Setelan yang sama juga mencatat bahwa aplikasi yang tidak meminta izin mungkin masih meminta untuk melacak Anda.

Meskipun fitur tersebut akan diaktifkan dengan iOS 14.5, fitur ini sebenarnya diluncurkan dengan diperkenalkannya iOS 14. Apple mengatakan bahwa perubahan itu adalah bagian dari komitmennya terhadap privasi, dan keyakinannya bahwa itu adalah hak asasi manusia. 

Berita Terkait