Resmi! Adaro Energy (ADRO) Ganti Nama, Tunjuk Komisaris dan Direksi Baru

09 Februari 2022 17:34 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Gedung Adaro Energy. / Adaro.com

JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 9 Februari 2022. Agenda tersebut membahas tiga mata acara sekaligus.

Pertama meliputi perubahan komposisi dewan komisaris perseroan. Pada agenda ini, para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Raden Pardede dari posisinya sebagai Komisaris Independen dan diganti oleh Budi Bowoleksono sampai tahun 2023.

Agenda kedua meliputi perubahan komposisi direksi perseroan dengan menunjuk Michael William P. Soeryadjaya sebagai direktur ADRO untuk masa jabatan terhitung sejak penutupan RUPSLB ini sampai penutupan RUPST pada 2026.

Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy mengatakan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi ini bakal semakin memperkuat kepemimpinan perseroan. Menurutnya, rekam jejak keduanya akan memperkaya dan menambah nilai bagi perusahaan.

“Kami meyakini bahwa Budi Bowoleksono Michael William P. Soeryadjaya akan semakin memperkuat tim manajemen perseroan,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 9 Februari 2022.

Kemudian, agenda ketiga meliputi perubahan nama perusahaan menjadi PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Perubahaan ini menandakan status ADRO sebagai perusahaan nasional dan menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kontribusinya kepada negara Indonesia.

“Penggantian nama perseroan menegaskan kembali identitas kami sebagai perusahaan Indonesia. Kami berharap dapat terus berkontribusi untuk bangsa dan negara ini,” tambahnya.

Hingga kuartal III-2021, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 31% year-on- year (yoy) menjadi US$2,56 miliar dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, sebesar US$1,95miliar. Hal ini ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 42% yoy.

Pada periode yang sama, pendapatan usaha dari pertambangan dan perdagangan batu bara masih memberikan kontribusi paling banyak terhadap total pendapatan perseroan senilai US$2,47 miliar atau melonjak 35% yoy. 

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun lalu, Adaro Energy memproduksi batu bara hampir 40 juta ton, atau turun tipis sekitar 4% yoy dan mencatat penjualan batu bara sebesar 38,86 juta ton atau turun 5% secara tahunan.

Sejalan dengan meningkatnya produksi, beban pokok pendapatan perseroan turut menebal sekitar 7% yoy menjadi US$1,59 miliar, terutama karena kenaikan nisbah kupas maupun biaya penambangan dengan adanya peningkatan harga bahan bakar dan pembayaran royalti.

Dengan catatan tersebut, ADRO berhasil mencatatkan laba bersih mencapai US$465,27 juta hingga September 2021. Angka tersebut meroket 285,6% yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya, US$120,66 juta.

Berita Terkait